MAROS, Wartana.com — Kuota calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Maros untuk musim haji tahun 2027 diprediksi kembali mengalami penambahan. Berdasarkan data terbaru dari otoritas terkait, tercatat sebanyak 475 jemaah kini telah masuk dalam daftar persiapan keberangkatan menuju tanah suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Maros, Ahmad Ihyadin, menjelaskan bahwa kenaikan tersebut mencakup penambahan pada kuota jemaah lanjut usia (lansia) serta alokasi berdasarkan nomor porsi keberangkatan. “Tambahan lansia kita kemarin dari 10 menjadi 17, kemudian ada tambahan dari nomor porsi berangkat itu dari 453 menjadi 455,” ujar Ahmad usai Peringatan Hari Khidmat Kemenhaj, Selasa (8/9/2026).
Guna memastikan kelancaran proses, persiapan administrasi para calon jemaah terus dipacu oleh pihak Kemenhaj Maros. Sekitar 90 persen jemaah dilaporkan telah menyetorkan paspor dan menjalani proses bio visa untuk perekaman data biometrik sebagai syarat mutlak penerbitan visa haji oleh Pemerintah Arab Saudi.
Ahmad menambahkan bahwa percepatan administrasi ini bertujuan untuk mengantisipasi jadwal penerbitan visa agar tidak terjadi kendala menjelang keberangkatan. “Kita antisipasi supaya lebih awal semua sudah siap untuk berangkat,” tuturnya. Dari total jemaah yang terdata, terdapat satu jemaah berusia 90 tahun yang masuk dalam kategori prioritas lansia, sementara jemaah lansia lainnya rata-rata berusia minimal 85 tahun.
Selain aspek administrasi, kondisi kesehatan jemaah juga menjadi poin krusial yang diawasi ketat. Mengingat pemeriksaan kesehatan untuk musim haji mendatang dilakukan secara lebih selektif, pihak Kemenhaj mengimbau para jemaah untuk menjaga stamina sejak dini. Terkait Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 2027, Ahmad mengaku masih menunggu Peraturan Menteri Agama (Permenag) resmi mengenai besaran biaya yang harus dilunasi.
Sebagai langkah awal, Ahmad menyarankan agar jemaah mulai menyiapkan dana pelunasan di kisaran Rp30 juta. Meskipun pada musim sebelumnya biaya yang dibayarkan sekitar Rp28 juta, persiapan dana lebih awal dianggap penting untuk mengantisipasi fluktuasi biaya. “Sepertinya jumlah jemaah masih akan bertambah, kami masih menunggu angka pastinya,” tutup Ahmad.









