Reses di Minasa Upa, Andi Suhada Serap Aspirasi Warga soal Sampah dan Drainase

Makassar, Wartana – Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Suhada Sappaile, mengawali reses kedua masa persidangan kedua tahun sidang 2025/2026 dengan menyerap aspirasi warga di Lapangan Bumi Pesona Pelangi, Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini, Rabu (11/2/2026).

Reses merupakan agenda wajib anggota DPRD untuk turun langsung ke daerah pemilihan guna mendengarkan dan menampung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, warga Minasa Upa menyampaikan sejumlah keluhan, dengan persoalan sampah menjadi isu paling dominan.

Lurah Minasa Upa, Rahim, mengungkapkan bahwa tingginya jumlah penduduk berdampak langsung pada volume sampah yang dihasilkan, sementara armada pengangkut sampah masih sangat terbatas.

“Ada 17 Fukuda di sini tapi yang hanya bisa digunakan itu hanya lima jadi susah mengakomodir semua sampai warga,” ungkap Rahim.

Selain sampah, permasalahan drainase juga menjadi perhatian warga, terutama saat musim hujan yang kerap menyebabkan genangan air di sejumlah titik. Kondisi ini diperparah oleh ukuran drainase yang kecil serta sedimentasi yang cukup tinggi.

“Kami sudah paham dengan kegiatan ini, kita akan curhat. Tapi belum tentu terpenuhi cepat, ada proses yang harus dilewati, semoga kami menjadi prioritas,” harapnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Andi Suhada menyampaikan bahwa setiap kelurahan memiliki karakter persoalan yang berbeda. Namun, ia mengakui bahwa masalah sampah menjadi persoalan klasik yang hampir dihadapi seluruh wilayah di Kota Makassar.

“Ini masalah sampah memang tidak ada habis-habisnya. Tapi kami dari di DPRD Makassar selalu mendorong agar masalah ini berangsur selesai,” ucapnya.

Sebagai anggota Komisi D DPRD Kota Makassar Bidang Kesejahteraan Masyarakat, Andi Suhada menyatakan sepakat perlunya perbaikan dan penambahan armada pengangkut sampah agar mampu mengakomodasi kebutuhan warga Kelurahan Minasa Upa, terlebih di musim hujan yang rawan memicu penyakit.

Ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan ditindaklanjuti dan disampaikan kepada Pemerintah Kota Makassar sesuai mekanisme yang berlaku.

“Saya sebagai penyambung lidah ke Pemkot tentu apa yang disampaikan kami akan teruskan. Kita lihat nanti apa yang menjadi skala prioritas untuk dilaksanakan cepat,” katanya.

Terkait drainase, Andi Suhada menilai pembenahan infrastruktur tersebut memiliki tingkat urgensi yang tinggi. Menurutnya, genangan air yang kerap terjadi saat hujan harus segera diatasi melalui perbaikan drainase dan normalisasi saluran.

“Masalah dominan seperti sampah dan drainase itu kita akan tindaklanjuti segera. Kalau lebih cepat disampaikan, ada kemungkinan bisa diwujudkan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Sementara untuk persoalan lain, khususnya di bidang kesehatan dan layanan publik, Andi Suhada mengajak warga memanfaatkan aplikasi Lontara+ yang telah diluncurkan Pemerintah Kota Makassar sebagai sarana pengaduan cepat dan tepat sasaran.

“Ada yang namanya aplikasi Lontara+ yang sudah dilaunching mungkin kita bisa pakai aplikasi tersebut di hape ta karena di sana kita bisa mengadu juga,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *