Komisi D DPRD Makassar Sidak RSIA Paramount, Usut Kematian Bayi Tiga Hari

Komisi D DPRD Makassar Sidak RSIA Paramount, Usut Kematian Bayi Tiga Hari
Screenshot

Makassar, Wartana.com – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount Makassar di Jalan A.P. Pettarani pada Kamis (20/8/2026). Sidak ini dilakukan menyusul laporan keluarga pasien terkait meninggalnya seorang bayi berusia tiga hari yang diduga akibat kelalaian dalam penanganan medis.

Rombongan Komisi D dipimpin langsung oleh Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham, didampingi Sekretaris Komisi D, dr. Fahrizal Arrahman Husain, serta anggota lainnya seperti dr. Yulius Patandianan, Meinsani Kecca, Adi Akbar, dan Muchlis Misba. Kunjungan ini bertujuan untuk mengumpulkan fakta dan meminta klarifikasi langsung dari manajemen RSIA Paramount mengenai prosedur penanganan pasien dan hasil audit internal.

Berdasarkan informasi yang diterima DPRD Makassar, bayi tersebut lahir pada 11 Agustus 2026 melalui operasi sesar dengan kondisi sehat dan berat badan 3,1 kilogram. Namun, pada 13 Agustus 2026, orang tua melaporkan kondisi bayi yang tiba-tiba tidak bergerak dan kulitnya membiru. Sebelumnya, pihak keluarga telah melaporkan adanya bercak darah di popok bayi, namun pihak rumah sakit menginstruksikan agar bayi tetap diberikan ASI.

Menanggapi laporan kondisi gawat tersebut, pihak rumah sakit kemudian melakukan sejumlah penanganan, termasuk memindahkan bayi ke ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Namun, upaya medis tidak berhasil menyelamatkan nyawa bayi, dan bayi tersebut dinyatakan meninggal dunia. Kejadian ini mendorong keluarga pasien untuk melaporkan dugaan kelalaian medis kepada pihak berwenang, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Komisi D DPRD Makassar.

Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, menyatakan pihaknya akan terus mengawal kasus ini. “Kami datang untuk mendapatkan penjelasan yang transparan dari pihak rumah sakit. Kematian seorang bayi adalah tragedi, dan kami harus memastikan apakah ada prosedur yang tidak sesuai atau kelalaian yang terjadi. Hasil sidak ini akan menjadi dasar bagi kami untuk menentukan langkah selanjutnya dan memastikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat,” ujar Ari Ashari Ilham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *