Langit Makassar siang ini terasa begitu kelam dan penuh kesedihan. Di pelataran Gedung DPRD Kota Makassar, ratusan warga berkumpul dalam suasana hening, mengiringi pelaksanaan salat ghaib sebagai penghormatan bagi empat korban insiden kebakaran tragis yang terjadi beberapa hari lalu.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama jajaran SKPD, Forkopimda, Dandim, Kejari, anggota DPRD, hingga mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Makassar. Mereka berdiri dalam satu saf, menundukkan kepala penuh khusyuk dan mendoakan para korban.

Salat ghaib dimulai tepat pukul 13.30 Wita, diikuti oleh ratusan jamaah yang hadir di pelataran gedung. Foto-foto para korban dipajang di depan jamaah, menjadi pengingat nyata akan duka mendalam yang kini menyelimuti warga Makassar.
Acara tersebut bukan hanya sebuah ritual, melainkan juga wujud cinta dan doa tulus agar arwah keempat korban diterima di sisi Allah SWT dengan segala kebaikan amalnya. Suasana haru dan doa bersama menambah kekhidmatan momen yang berlangsung.
Dalam sambutannya, Wali Kota Munafri menegaskan bahwa acara salat ghaib ini merupakan pengingat penting agar tragedi kebakaran yang merenggut nyawa tersebut menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat dan pemerintah.
“Hari ini kita bersama-sama di Gedung DPRD Kota Makassar melaksanakan doa bersama dengan rekan-rekan BEM, Forkopimda, anggota DPRD, SKPD, dan masyarakat,” ujar Munafri, Jumat (05/09/2025).

Munafri menambahkan bahwa doa ini juga bentuk penghormatan kepada para korban yang gugur dalam menjalankan tugas dan berharap agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Ia menyampaikan kondisi kota saat ini mulai membaik berkat sinergi dan koordinasi yang baik antara pemerintah, aparat keamanan, serta masyarakat. Aktivitas publik sudah perlahan kembali normal.
Politisi Golkar ini menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukanlah demonstrasi biasa, melainkan pergerakan anarkis yang jauh dari nilai kemanusiaan dan bukan dilakukan oleh mahasiswa. Menurutnya, ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi.
“Kita harus belajar dari peristiwa ini bahwa menjaga keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah,” tegas Munafri.
Terkait pengamanan di sekitar Gedung DPRD, Wali Kota menyatakan bahwa seluruh keputusan akan diserahkan kepada aparat TNI dan Polri demi menjaga stabilitas dan keamanan kota.
“Apakah sistem penjagaan ini dilanjutkan atau tidak, kami serahkan sepenuhnya kepada kajian pihak keamanan. Yang pasti, kita semua wajib menjaga Makassar tetap aman dan kondusif,” tutup Munafri dengan penuh harap.












