MAKASSAR, WARTANA – Anggota DPRD Kota Makassar, Budi Hastuti, menggelar reses kedua masa persidangan kedua tahun sidang 2025/2026 di Kecamatan Mariso, Jumat (13/2/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia menyerap berbagai aspirasi warga, terutama terkait bantuan sosial (bansos).
Legislator dari Fraksi Gerindra itu mengunjungi dua titik, yakni Jalan Rajawali 1 Lorong 13 A, Kelurahan Panambungan dan Jalan Cendrawasih Lorong 7, Kelurahan Mariso. Di kedua lokasi tersebut, Budi disambut warga yang telah menantikan kehadirannya untuk menyampaikan keluhan secara langsung.
Mayoritas warga mempertanyakan bantuan sosial. Sebagian mengaku tidak menerima bantuan padahal dinilai layak, sementara lainnya mengaku tiba-tiba tidak lagi mendapatkan bantuan.
Budi menyebut persoalan bansos hampir terjadi di setiap wilayah. Ia menilai situasi semakin runyam setelah adanya aturan desil terbaru.
Sekadar diketahui, desil merupakan sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga yang digunakan Kementerian Sosial untuk menentukan penerima bantuan sosial.
“Aturannya sudah bergeser, infonya kalau desil 6 itu sudah tidak dapat. Kita mau tahu karena ada yang sudah tidak dapat lagi bantuan,” jelasnya.
Menurut Budi, bantuan sosial adalah isu sensitif yang harus segera ditindaklanjuti. Karena itu, ia mendorong adanya pendataan ulang oleh instansi terkait.
“Ini yang harus kita minta ke Dinas Sosial soal pemutakhiran data. Kalau bisa secepatnya dilakukan data ulang,” tegasnya.
Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat itu menegaskan akan mengawal persoalan bansos hingga bantuan benar-benar diterima oleh warga yang berhak. Ia juga mendorong adanya keterbukaan informasi terkait aturan desil sebagai dasar penentuan penerima.
“Miris juga kalau misalkan ada yang tidak dapat karena desil ini. Kita harus bicarakan baik-baik ini karena kondisi setiap warga itu berbeda-beda,” lanjut Budi.
Selain bansos, dalam reses tersebut Budi juga menerima aspirasi terkait pembenahan drainase. Ia menilai infrastruktur tersebut perlu diperbaiki apabila genangan kerap terjadi saat hujan.
“Kita akan tampung dan sampaikan nanti ke Dinas Pekerjaan Umum. Semoga nanti masuk prioritas mereka,” tutup Budi. (*)











