Jakarta, Wartana.com – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) lokal tahap tiga pada Sabtu (28/3/2026). Skema ini diterapkan dari KM 390 Tol Batang-Kendal hingga KM 70 Tol Cikampek Utama untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan pada puncak arus balik Lebaran 2026.
Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan hasil koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya adalah menjaga kelancaran arus kendaraan yang bergerak menuju Jakarta.
“Hari ini kami akan mencoba memberlakukan one way lokal tahap tiga sebelum nantinya menuju one way nasional arus balik tahap kedua,” ujar Irjen Agus, Sabtu (28/3/2026).
Ia menambahkan, penerapan rekayasa lalu lintas bersifat situasional. Pihaknya akan terus memantau perkembangan volume kendaraan di lapangan. Jika terjadi peningkatan signifikan, Korlantas tidak menutup kemungkinan akan memberlakukan one way nasional tahap kedua.
“Ketika terjadi bangkitan arus, kami akan meminta petunjuk Kapolri apakah perlu membuka one way nasional tahap dua,” jelasnya.
Saat ini, Korlantas Polri juga masih menerapkan one way lokal tahap dua dari KM 263 Tol Pejagan hingga KM 70 Cikampek. Irjen Agus menilai skema tersebut masih cukup efektif dalam mengendalikan arus kendaraan.
“Flow kendaraan masih terpantau baik, baik di jalur A maupun B menuju Jakarta. Di wilayah Jawa Tengah juga belum terlihat adanya penumpukan kendaraan,” tambahnya.
Berdasarkan data traffic counting, hingga Sabtu, sekitar 22 persen kendaraan pemudik belum kembali ke Jakarta. Kondisi ini diperkirakan akan memicu peningkatan arus kendaraan pada sore hingga malam hari. Korlantas juga memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada Minggu (29/3/2026). Oleh karena itu, berbagai langkah antisipasi telah disiapkan, termasuk kemungkinan perluasan rekayasa lalu lintas.
Selain itu, sekitar 33–35 persen kendaraan dari wilayah Jawa Barat juga belum kembali hingga Jumat (27/3). Untuk mengurai kepadatan, Korlantas memanfaatkan jalur tol fungsional Japek II Selatan dari Sadang hingga Setu.
“Kami gunakan Japek II Selatan dari Sadang hingga Setu untuk memecah arus kendaraan. Sejauh ini cukup efektif dan terkendali,” kata Irjen Agus. Pemantauan juga dilakukan terhadap arus kendaraan dari luar Pulau Jawa, khususnya jalur Trans Sumatera yang meliputi Bakauheni, Merak, hingga Cikupa menuju Jakarta. Dengan berbagai strategi tersebut, Korlantas berharap arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar dan terkendali tanpa menimbulkan kemacetan parah di jalur utama.









