PBB Beberkan Hasil Awal Penyelidikan: Ledakan Pinggir Jalan Tewaskan Dua Prajurit TNI di Lebanon

PBB Ungkap Hasil Penyelidikan Awal Penyebab 2 TNI UNIFIL Lebanon Tewas
PBB membeberkan temuan awal penyebab dua prajurit TNI yang bertugas di Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon (UNIFIL) tewas pada 30 Maret. (Foto: AFP/RABIH DAHER)

Jakarta, Wartana.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah membeberkan temuan awal terkait penyebab tewasnya dua prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon (UNIFIL) pada 30 Maret lalu. Insiden tragis ini terjadi di tengah memburuknya situasi keamanan di wilayah tersebut.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers pada Rabu (1/4), menyatakan bahwa hasil investigasi awal menunjukkan ledakan di pinggir jalan menghantam konvoi yang mereka tumpangi. “Temuan awal terkait insiden di Bani Hayyan pada 30 Maret, yang menewaskan dua pasukan penjaga perdamaian, menunjukkan bahwa ledakan di pinggir jalan menghantam konvoi mereka,” ujar Dujarric.

Dujarric menambahkan, PBB mengecam keras insiden yang menyebabkan kematian pasukan penjaga perdamaian Indonesia tersebut. Dua anggota TNI yang gugur dalam ledakan di dekat Bani Hayyan pada Senin itu adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwaan. Kepala Pasukan Penjaga Perdamaian, Jean Pierre Lacroix, sebelumnya juga mengonfirmasi kejadian serupa. “Pagi ini, dua pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia gugur dalam ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan,” kata Lacroix.

Selain dua prajurit tersebut, satu anggota TNI lainnya, Fahrizal Rhomadhon, juga tewas sehari sebelumnya, yakni pada 30 Maret, akibat ledakan proyektil di sekitar Adchit Al Qusayr. PBB menyoroti bahwa situasi di Lebanon memburuk dengan cepat dalam beberapa hari terakhir. Eskalasi konflik tersebut menimbulkan dampak buruk yang besar bagi warga sipil dan infrastruktur, serta sangat membahayakan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB.

Eskalasi di Lebanon selatan ini disinyalir dipicu oleh gempuran Israel yang menargetkan aset Hizbullah sejak awal Maret, yang kemudian dibalas dengan serangan oleh milisi tersebut ke Israel. Serangan-serangan ini telah menciptakan kondisi yang sangat tidak stabil dan berbahaya bagi pasukan perdamaian yang bertugas di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *