Seiring perkembangan teknologi, maka cara manusia menikmati rokok pun berubah. Pada mulanya rokok hanya bisa dinikmati secara langsung, namun kini terdapat teknologi bernama vape atau rokok elektrik. Namun dari kedau kosakata baru tersebut, adakah perbedaan antara rokok elektrik dan vape?
Pengertian rokok elektrik
Rokok elektrik merupakan sejenis alat yang menyerupai rokok yang menghasilkan nikotin dalam bentuk uap. Alat ini yang kemudian dihisap para penggunanya sebagai pengganti rokok konvensional. Organisasi kesehatan dunia WHO menyebut alat ini sebagai Electronic Nicotine Delivery System (ENDS).
Perbedaan rokok elektrik dan vape
Secara teknis, rokok elektrik (e-cigarette) dan vape (vaporizer) memiliki cara kerja yang sama—menggunakan pemanas logam untuk mengubah cairan kimia (e-liquid) menjadi uap yang kemudian dihirup oleh pengguna. Oleh karena itu, istilah “vape” pada dasarnya merupakan nama populer yang merujuk pada proses atau gaya penggunaan rokok elektrik modern.
Kedua perangkat ini terdiri dari tiga komponen utama:
-
Baterai sebagai sumber daya
-
Pemanas logam (vaporizer)
-
Katrid atau tangki yang berisi cairan nikotin atau cairan non-nikotin
Perbedaan Desain dan Fungsi
Walaupun memiliki prinsip kerja yang sama, perbedaan utama antara rokok elektrik dan vape terletak pada desain dan fleksibilitas penggunaannya:
-
Rokok elektrik umumnya memiliki desain ramping dan sederhana, menyerupai rokok biasa. Alat ini sering kali bersifat sekali pakai atau memiliki fungsi terbatas tanpa fitur kustomisasi.
-
Vape, di sisi lain, hadir dengan desain yang lebih besar dan kompleks, memungkinkan pengguna untuk melakukan modifikasi (custom vape), memilih watt, coil, dan jenis cairan yang digunakan.
Dengan kata lain, vape dianggap sebagai versi penyempurna dari rokok elektrik generasi awal. Tak heran jika saat ini istilah “vape” lebih sering digunakan untuk menyebut semua jenis rokok elektrik, meskipun secara teknis keduanya bisa berbeda.
Mengapa Banyak Orang Lebih Memilih Vape?
Selain dari segi tampilan dan performa, vape modern menawarkan lebih banyak pilihan bagi pengguna yang ingin menyesuaikan pengalaman merokok mereka—mulai dari rasa cairan (flavor vape), kekuatan nikotin, hingga bentuk perangkat. Inilah sebabnya mengapa banyak orang lebih memilih jenis-jenis vape yang lebih fleksibel dan fungsional.
Kandungan Rokok Elektrik dan Vape
Salah kandungan dari rokok konvensional yang terdapat dalam rokok elektrik atau vape adalah nikotin. Zat inilah yang nantinya akan dibakar dengan menjadi uap dan memberikan efek yang sama seperti rokok. Biasanya dosis nikotin sudah tercantum pada kemasannya.
Zat kedua adalah cairan liquid yang terbuat dari bahan dasar air, biasanya berupa Vegetable Glycerin (VG) atau Propylene Glycol (PG). Bahan tersebut biasa juga terdapat dalam makanan sebagai perasa buatan.
Selain kedua zat utama tersebut masih banyak lagi kandungan yang terdapat di dalam vape atau rokok elektrik tersebut seperti logam, silica dan lain sebagainya.
Efek rokok elektrik
Vaporizer atau lebih dikenal dengan vape memang beberapa tahun terakhir menjadi primadona. Hal ini dinilai dari kandungan di dalamnya yang tidak terlalu berbahaya seperti pada rokok konvensional yang mengandung tembakau.
Namun ternyata vape ini tetap bisa menyebabkan efek ketagihan bagi penggunanya. Hal ini tentu saja karena adanya zat nikotin yang terkandung di dalamnya.
Selain itu karena berasal dari cairan liquid, vape dan rokok elektrik ini bisa disalahgunakan sebagai wadah untuk menghirup dan memasukkan narkoba seperti mariyuana dan heroine.
Dengan labelnya yang tidak berbahaya, maka semakin banyak saja orang yang mencoba benda elektrik ini, terutama para wanita dan anak di bawah umur yang ingin terlihat keren dan kekinian. Sehingga kemungkinan besar persebaran narkoba semakin mudah dengan adanya alat rokok elektrik ini.
Sering kali vape atau rokok elektrik ini disediakan di kafe atau tempat umum lainnya sebagai salah satu fasilitas untuk menarik minat pengunjung.
Hal ini sangat tidak disarankan karena penggunaan benda tersebut dari mulut ke mulut tanpa mengetahui riwayat kesehatan penggunanya secara pasti dapat pula meningkatkan risiko penyakit menular lainnya.












