Trump Dorong Kesepakatan Damai, Iran Justru Klaim Kemenangan di Tengah Negosiasi Sengit dengan AS

Trump Mulai Negosiasi Lagi, Iran Klaim Menang Perang Atas AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kesepakatan dengan Iran mungkin akan tercapai setelah Teheran mengungkapkan negosiasi tidak langsung sedang berlangsung dengan Washington, Senin (2/11). (Foto: REUTERS/Nathan Howard)

Jakarta, Wartana.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (2/11) mengisyaratkan kemungkinan tercapainya kesepakatan damai dengan Iran, menyusul pengungkapan Teheran bahwa negosiasi tidak langsung “sangat intensif” sedang berlangsung dengan Washington. Pembicaraan ini kembali bergulir di tengah klaim Iran atas kemenangan dalam perang di Timur Tengah dan ancaman eskalasi militer lebih lanjut.

Pernyataan Trump tersebut disampaikan melalui unggahan di Truth Social menjelang pemilihan paruh waktu AS, Selasa (3/11). Ia mengklaim bahwa harapan damai telah membuat harga minyak dunia anjlok. “Harga minyak TURUN TAJAM, hampir US$10 (Rp181.000) per barel, SEBUAH REKOR, karena orang-orang merasa tidak akan ada Perang dengan Iran. Iran menginginkan penyelesaian, secepat mungkin. Itu bisa terjadi!” tulis Trump.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi adanya pembicaraan yang melibatkan pihak ketiga. “Mengingat sensitivitas dan seriusnya situasi saat ini, konsultasi dan pembahasan berlangsung sangat intensif. Qatar dan Pakistan memainkan peran mediasi yang sangat aktif dalam negosiasi ini,” jelas Araghchi dalam wawancara video dengan kantor berita resmi IRNA.

Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, bahkan menyatakan bahwa pesan-pesan yang diterima Teheran melalui mediator menunjukkan adanya pengakuan Washington atas “kemenangan” Iran dalam konflik di Timur Tengah. “Musuh kita gagal mencapai satu pun tujuannya dalam dua perang terakhir. Bahkan saat ini, meskipun Amerika Serikat, didorong oleh tujuan-tujuannya sendiri dan kekhawatiran terhadap opini publik dalam negeri, melakukan berbagai manuver, pesan-pesan yang disampaikan kepada Iran melalui perantara menunjukkan adanya pengakuan atas kemenangan kita,” ujar Aref, seperti dikutip kantor berita negara IRNA.

Negosiasi ini kembali berlanjut setelah sebelumnya sempat mandek dan bahkan berhenti total, diiringi peningkatan eskalasi militer yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan menargetkan satu atau dua target Iran, termasuk situs nuklir. Hal itu direspons keras oleh Teheran yang mengancam akan melancarkan serangan balasan besar-besaran di Timur Tengah jika AS melancarkan agresi baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *