Jakarta, Wartana.com – Kapten Miswar Maturusi dilaporkan hilang bersama dua warga negara Indonesia (WNI) lainnya setelah kapal Tugboat Musaffah 2 meledak dan tenggelam di perairan Selat Hormuz. Insiden nahas ini dilaporkan terjadi pada Kamis pagi, menyisakan kepedihan bagi keluarga korban, terutama istri Kapten Miswar yang sempat berkomunikasi dengannya sehari sebelum tragedi.
Marliani Ahmad, istri dari Kapten Miswar, mengungkapkan bahwa suaminya sempat menghubunginya melalui panggilan video (video call) pada Rabu sore, sehari sebelum kapal meledak. “Ya sempat video call seperti biasa, ngobrol seperti biasa sampai dia minta izin dia mau istirahat, waktu itu Rabu sore dia video call,” kata Marliani Ahmad, dikutip dari Detiksulsel, Senin (9/3).
Komunikasi terakhir antara pasangan ini tidak hanya berhenti di panggilan video. Marliani menambahkan bahwa pada Kamis pagi, pukul 09.00 WIB, suaminya masih sempat mengirimkan pesan melalui WhatsApp. “Hari Kamis jam 9 pagi dia masih sempat WA untuk pamit berlayar, berangkat sore katanya InsyaAllah tiba sore juga Jumat,” bebernya.
Menurut penuturan Marliani, Kapten Miswar saat itu berlayar dengan tujuan menjemput kapal milik temannya yang mengalami kerusakan. Namun, ia mengaku bahwa suaminya tidak memberitahukan secara spesifik lokasi penjemputan kapal tersebut berada di Selat Hormuz. “Dia hanya sampaikan bahwa menjemput kapal yang rusak,” terang Marliani.
Hingga saat ini, proses pencarian terhadap Kapten Miswar dan dua WNI lainnya masih terus dilakukan oleh pihak berwenang di Selat Hormuz. Insiden ini menyoroti risiko dan tantangan yang dihadapi para pelaut di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.









