Iran Kirim Peringatan Keras: Balasan Dahsyat Menanti Jika AS Invasi Pulau Strategis

Tokoh Pilihan Trump Wanti-wanti Iran soal Ancaman Invasi Darat Musuh
Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan kemungkinan Amerika Serikat menginvasi salah satu pulau Iran dengan bantuan negara di kawasan. (Foto: AFP/-)

Jakarta, Wartana.com – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, telah mengeluarkan peringatan keras mengenai kemungkinan invasi Amerika Serikat (AS) terhadap salah satu pulau Iran dengan dukungan negara di kawasan. Peringatan ini muncul di tengah kabar pengerahan ribuan pasukan tambahan AS ke Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang belum mereda.

Melalui unggahan di platform X yang ditulis dalam bahasa Persia dan Arab pada Rabu (25/3), Ghalibaf menyatakan, “Berdasarkan sejumlah laporan intelijen, musuh-musuh Iran sedang bersiap untuk menduduki salah satu pulau Iran dengan dukungan dari salah satu negara di kawasan.” Ia menambahkan bahwa Iran tidak akan tinggal diam, “Pasukan kami memantau seluruh pergerakan musuh, dan jika mereka mengambil langkah apa pun, seluruh infrastruktur vital negara regional tersebut akan menjadi sasaran serangan tanpa henti dan tanpa jeda.”

Peringatan Ghalibaf menarik perhatian global mengingat ia disebut-sebut sebagai pilihan mantan Presiden AS, Donald Trump, untuk menjadi pemimpin Iran di masa depan. Spekulasi mengenai invasi darat AS menguat setelah laporan rencana Trump untuk mengerahkan ribuan pasukan lintas udara dan marinir tambahan ke kawasan Teluk. Langkah ini disebut-sebut bertujuan merebut aset minyak Iran atau mengamankan jalur strategis seperti Selat Hormuz. Salah satu target potensial yang disebut Trump adalah Pulau Kharg, yang mengelola hampir seluruh ekspor minyak mentah Iran.

Selain ancaman dari Ghalibaf, seorang pejabat militer Iran yang tidak disebutkan namanya juga menegaskan kesiapan Teheran untuk menargetkan jalur pelayaran di Laut Merah jika terjadi invasi darat. Ancaman ini berpotensi memperluas cakupan konflik secara drastis dan mengganggu perdagangan global lebih luas lagi. “Jika musuh mencoba melakukan operasi darat di pulau-pulau Iran atau di wilayah mana pun di negara kami, atau jika mereka berupaya membebani Iran melalui manuver angkatan laut di Teluk Persia dan Laut Oman, kami akan membuka front lain sebagai ‘kejutan’,” ujar pejabat tersebut seperti dikutip kantor berita Tasnim.

Pejabat tersebut menambahkan bahwa Iran memiliki kemampuan untuk menghadirkan ancaman kredibel terhadap Selat Bab el-Mandeb, jalur penting menuju Terusan Suez, yang merupakan salah satu selat paling strategis di dunia. Sementara itu, eskalasi militer di Selat Hormuz, yang terletak di lepas pantai Iran, telah menyebabkan penurunan drastis lalu lintas kapal, mengganggu sekitar 20 persen pasokan minyak global dan menyebabkan harga minyak mentah melonjak hingga sekitar 100 dolar AS per barel. International Energy Agency menyebut kondisi ini sebagai “gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *