Wali Kota Makassar perkuat perlindungan sosial bagi puluhan ribu pekerja rentan lewat optimalisasi pajak

Wali Kota Makassar perkuat perlindungan sosial bagi puluhan ribu pekerja rentan lewat optimalisasi pajak

MAKASSAR, Wartana.com — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta dalam mengoptimalkan penerimaan pajak sebagai instrumen utama peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam acara Tax Gathering Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbartra) 2026 di Gedung Keuangan Negara II, Makassar, Rabu (28/10/2026).

Dalam sambutannya, Munafri menjelaskan bahwa pajak merupakan tulang punggung pembangunan daerah, terutama bagi Makassar yang mengandalkan sektor perdagangan dan jasa. Hingga saat ini, Pemerintah Kota Makassar berhasil merealisasikan pendapatan sebesar 97 persen dari target yang ditetapkan. Capaian ini beriringan dengan pertumbuhan ekonomi kota yang mencapai angka 7,04 persen.

“Pajak merupakan tulang punggung penerimaan kita untuk melakukan proses pembangunan. Makassar adalah kota barang dan jasa, sehingga kita harus memaksimalkan berbagai kegiatan ekonomi yang menjadi sumber pendapatan dari pajak dan retribusi daerah,” ujar Munafri di hadapan jajaran Kanwil DJP Sulselbartra dan pemangku kepentingan lainnya.

Lebih lanjut, Munafri memaparkan bahwa optimalisasi pajak tersebut dialokasikan kembali untuk program perlindungan sosial, salah satunya melalui program Makassar Berjasa Berbagi Jaminan Sosial. Pemerintah Kota Makassar saat ini memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada sekitar 81.000 pekerja rentan yang mencakup jaminan kecelakaan kerja dan kematian. Pada tahun 2027, pemerintah berencana menambah manfaat berupa jaminan hari tua bagi para pekerja tersebut.

“Program ini dirancang untuk memberikan perlindungan kepada keluarga pekerja berpenghasilan rendah agar tidak jatuh ke dalam kemiskinan saat terjadi risiko kerja. Kami ingin memastikan manfaat pembangunan dirasakan langsung oleh masyarakat yang paling membutuhkan,” tambahnya.

Selain jaminan sosial, Pemerintah Kota Makassar juga memfokuskan penggunaan anggaran pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Makassar Creative Hub. Fasilitas yang kini tersedia di dua lokasi tersebut menyediakan pelatihan keterampilan gratis bagi generasi muda guna menekan angka pengangguran terbuka yang ditargetkan turun di bawah lima persen pada tahun 2029. Munafri berharap kolaborasi lintas sektor ini terus terjaga demi menciptakan iklim ekonomi yang produktif dan inklusif di Kota Makassar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *