MAKASSAR, Wartana.com – Karang Taruna Sulawesi Selatan menggelar diskusi refleksi dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk memperkuat peran pemuda dalam mengawal program strategis nasional serta menangkal penyebaran informasi palsu atau hoaks. Diskusi bertajuk “Lumbung Pangan dan Poros Maritim” tersebut berlangsung di Hometown Kopizone, Makassar, pada Rabu (28/10).
Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 50 peserta yang didominasi kalangan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Makassar. Fokus utama pembahasan meliputi implementasi program Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, hingga penguatan sektor ketahanan pangan nasional yang menjadi pilar kebijakan pemerintah saat ini.
Ketua Karang Taruna Sulsel, Harmansyah, menyatakan bahwa Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis sebagai penyangga pangan nasional. Menurutnya, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih harus dioptimalkan untuk memutus rantai distribusi yang merugikan petani. “Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih ini sebenarnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat pedesaan dan menjadi titik hilirisasi program pemerintah,” ujar Harmansyah di sela-sela diskusi.
Selain sektor pertanian, diskusi tersebut menyoroti pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih yang dilengkapi fasilitas cold storage untuk meningkatkan produktivitas nelayan. Harmansyah juga mengingatkan mahasiswa agar tetap kritis namun konstruktif dalam mengawal kebijakan, termasuk program Makan Bergizi Gratis yang dinilai mampu membuka peluang lapangan kerja baru melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Di sisi lain, akademisi Universitas Cokroaminoto Makassar, Ibnu Munsir, menekankan tantangan pemuda di era kecerdasan buatan (artificial intelligence). Ia menyebut arus informasi yang cepat harus dibarengi dengan kemampuan verifikasi data agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. “Media dan mahasiswa adalah jembatan komunikasi. Kritik itu penting dalam demokrasi, namun harus didasarkan pada data yang kuat dan disertai solusi,” jelas Ibnu.
Acara ditutup dengan deklarasi komitmen bersama oleh puluhan pemuda Makassar untuk menjaga persatuan nasional. Mereka berikrar untuk melawan segala bentuk disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian di ruang digital demi menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika pembangunan nasional.









