MAKASSAR, Wartana.com — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajak seluruh elemen pemuda untuk memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal program pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan dalam momentum menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026 yang berlangsung di Aula Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sulsel, Selasa (27/10/2026).
Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Appi ini menegaskan bahwa peran pemuda saat ini tidak boleh sebatas menjadi pendengar atau objek pembangunan. Menurutnya, pemerintah kota berkomitmen membuka ruang dialog yang seluas-luasnya agar aspirasi generasi muda dapat diakomodasi menjadi kebijakan publik yang berdampak luas dan berkelanjutan.
“Pemuda tidak hanya perlu didengar, tetapi harus dilibatkan dalam merumuskan solusi dan kebijakan yang menyangkut masa depan daerah kita. Lewat kongres ini, Pemerintah Kota berupaya menghimpun saran serta inovasi untuk memastikan arah pembangunan tetap relevan dengan tantangan zaman,” ujar Munafri di hadapan peserta kongres.
Sebagai langkah konkret untuk mendukung kreativitas tersebut, Munafri memaparkan rencana pengembangan Makassar Creative Hub (MCH) yang ditargetkan hadir di 15 kecamatan. Fasilitas ini dirancang sebagai wadah akselerasi keterampilan (upskilling) dan pusat inovasi digital agar bonus demografi yang dimiliki Kota Makassar dapat bertransformasi menjadi energi ekonomi produktif.
Selain infrastruktur fisik, Wali Kota juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan komunitas muda dalam menjaga identitas budaya di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Ia berharap generasi muda mampu memanfaatkan platform digital untuk mendokumentasikan serta melestarikan bahasa dan budaya daerah agar tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Menutup pernyataannya, Munafri berharap rekomendasi yang lahir dari Kongres Pemuda Sulawesi Selatan ini tidak berhenti di atas kertas, melainkan menjadi program nyata. Ia mendorong para pemuda untuk terus konsisten melakukan aksi yang berdampak bagi masyarakat. “Jadilah generasi yang mampu mengubah aspirasi menjadi aksi, dan aksi menjadi dampak nyata bagi kemajuan Kota Makassar,” pungkasnya.









