Semarak Pesta Panen Maddo: Tradisi Mappadendang dan Harapan Baru Petani Barru

Barru, Wartana.com – Dentum suara lesung yang bertalu-talu memecah kesunyian malam di Dusun Wisata Maddo, Desa Tellumpanua, Kecamatan Tanete Rilau, pada Sabtu (31/10/2026). Di tengah suasana semarak Pesta Panen Rakyat, ritme tradisional tersebut bukan sekadar suara penanda perayaan biasa, melainkan gema rasa syukur yang mendalam atas keberlimpahan hasil bumi yang dianugerahkan kepada tanah Maddo.

Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., hadir secara langsung di tengah-tengah warga untuk membuka perhelatan yang penuh makna ini. Kedatangannya disambut dengan hangat oleh masyarakat yang sedang merayakan momen kebersamaan tersebut. Secara simbolis, Wakil Bupati membuka rangkaian pesta panen dengan ikut mengambil alih alu dan menumbuk lesung atau yang dikenal sebagai Mappadendang, beriringan dengan para tokoh masyarakat setempat.

Bagi warga Maddo, tradisi Mappadendang memiliki makna yang jauh melampaui batas gerakan tari konvensional. Di balik setiap ayunan dan ketukan lesung, tertanam nilai sejarah yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur. Tradisi ini merupakan bentuk doa dan manifestasi rasa syukur, terlepas dari apakah musim kemarau atau hujan yang menguji ketangguhan mereka dalam bertani.

Dalam sambutannya di hadapan warga dan tamu undangan, Wakil Bupati Abustan menyampaikan rasa optimisnya melihat kondisi kesejahteraan petani yang dinilai semakin membaik pada tahun ini.

“Malam ini kita bersyukur karena panen luar biasa. Bukan hanya dari segi kuantitas, tetapi juga didukung oleh harga gabah yang cukup tinggi dan hampir seluruhnya diserap oleh Bulog,” Ujar Wakil Bupati Abustan

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tradisi Mappadendang yang saat ini telah mengantongi Sertifikat Cagar Budaya Tak Benda harus menjadi pemantik semangat kolektif bagi masyarakat Barru.

“Sertifikasi tersebut bukan sekadar pengakuan administratif, melainkan mandat moral agar warisan leluhur ini senantiasa dipelihara.” Tegas Wakil Bupati. Tantangan besar ke depannya adalah bagaimana merangkul generasi muda agar bisa terlibat aktif dalam menjaga serta melestarikan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Suasana malam di pesta panen tersebut semakin hidup saat para tokoh masyarakat Dusun Maddo menampilkan atraksi utama berupa penumbukan lesung. Kemeriahan acara ini semakin lengkap dengan adanya sajian atraksi kesenian Pencak Silat yang ditampilkan sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya pelestarian seni bela diri tradisional. Pada kesempatan itu pula, Wakil Bupati mendorong agar pembinaan Pencak Silat terus ditingkatkan agar generasi muda di Barru mampu berpartisipasi dan meraih prestasi dalam berbagai ajang kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Perhelatan yang meriah ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam dan unsur pimpinan daerah lainnya. Di antaranya tampak hadir Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barru, para Penyuluh Pertanian, Perwakilan Camat Tanete Rilau, Kepala KUA Tanete Rilau, serta Kepala Desa Tellumpanua. Turut hadir pula Kepala Dusun Tellumpanua, Ketua BPD Tellumpanua, unsur Karang Taruna, Babinsa Tellumpanua, hingga Bhabinkamtibmas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *