Sejarah baru, untuk pertama kalinya kendaraan roda empat berhasil tembus ke Kecamatan Rampi

Sejarah baru, untuk pertama kalinya kendaraan roda empat berhasil tembus ke Kecamatan Rampi

LUWU UTARA, Wartana.com — Kecamatan Rampi yang selama puluhan tahun dikenal sebagai wilayah terisolasi di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, mencatatkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya, iring-iringan kendaraan roda empat berhasil menjangkau wilayah pegunungan tersebut melalui jalur darat setelah menaklukkan medan ekstrem yang selama ini hanya bisa dilalui kendaraan khusus roda dua.

Pencapaian bersejarah ini dilakukan oleh Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, bersama rombongan Indonesia Offroad Federation (IOF). Sebanyak 30 unit kendaraan roda empat berangkat dari pusat kota Masamba untuk membuktikan bahwa akses darat menuju Rampi kini dapat ditembus oleh kendaraan mobil, meskipun masih memerlukan spesifikasi kendaraan tertentu.

Perjalanan tersebut menempuh jarak sekitar 82 kilometer dengan medan yang sangat menantang, meliputi tanjakan terjal, tebing curam, serta kawasan hutan belantara. Rombongan diketahui memulai perjalanan pada pukul 09.00 WITA dan baru berhasil mencapai pemukiman warga di Rampi sekitar pukul 21.00 WITA setelah melalui perjalanan selama 12 jam.

Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan tonggak awal dalam upaya membuka keterisolasian wilayah pedalaman. “Alhamdulillah, kami berhasil tembus dan ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah mobil bisa menembus Rampi melalui jalur darat. Perjalanan ini memang sangat menantang, namun semangat untuk membuka akses bagi warga adalah prioritas utama,” ujarnya saat tiba di lokasi.

Kedatangan rombongan mobil ini disambut haru dan antusias oleh masyarakat setempat yang selama ini sangat bergantung pada transportasi udara pesawat perintis atau jasa ojek motor trail dengan biaya tinggi. Terbukanya akses darat ini diharapkan dapat menekan biaya logistik dan mempermudah distribusi barang kebutuhan pokok yang selama ini membebani ekonomi warga di pegunungan tersebut.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk menindaklanjuti capaian ini dengan perencanaan infrastruktur yang lebih permanen. Melalui pembenahan jalur secara bertahap, diharapkan mobilitas warga dan pelayanan publik ke Kecamatan Rampi dapat berjalan lebih efisien, aman, dan berkelanjutan di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *