Dhahran, Wartana.com – Sebuah gedung administrasi milik perusahaan minyak negara Arab Saudi, Saudi Aramco, mengalami kebakaran berskala kecil pada Selasa (13/10) setelah terkena serangan rudal balistik. Insiden ini diklaim oleh milisi Houthi dari Yaman dan dilaporkan menghantam kompleks kantor pusat Aramco di Dhahran.
Seorang sumber yang dekat dengan situasi tersebut menyampaikan kepada Reuters bahwa menara perkantoran di kompleks tersebut menjadi target, mengakibatkan kerusakan pada tiga lantai teratas. Kompleks di Dhahran ini merupakan pusat operasi utama bagi Saudi Aramco, mengelola jaringan luas anjungan minyak darat dan lepas pantai, jaringan pipa, kilang, serta terminal ekspor.
Kementerian Energi Saudi segera mengonfirmasi insiden tersebut, menyatakan bahwa tidak ada korban luka maupun korban jiwa akibat kebakaran. “Kami telah merespons insiden ini dengan cepat dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan fasilitas dan personel,” jelas juru bicara Kementerian Energi Saudi, Ahmad Al-Harbi, dalam keterangan resminya.
Sebelumnya, koalisi pimpinan Saudi melaporkan bahwa serpihan rudal yang telah dicegat dan dihancurkan di Dhahran jatuh di kawasan permukiman. Selain serangan di Dhahran, pihak berwenang Saudi juga berhasil mencegat dan menghancurkan pesawat nirawak serta rudal di ibu kota Riyadh dan wilayah selatan negara itu, meskipun empat orang terluka di Riyadh akibat jatuhnya serpihan rudal Houthi.
Milisi Houthi di Yaman selama sepekan terakhir secara konsisten meluncurkan rudal balistik dan drone ke berbagai lokasi penting di Arab Saudi. Serangan ini diklaim sebagai balasan atas dukungan Saudi terhadap pasukan pemerintah Yaman dalam perang saudara yang berkecamuk. Kabinet Saudi, yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, telah menegaskan bahwa Houthi akan menanggung konsekuensi atas serangan berulang mereka terhadap Saudi.









