MAKASSAR, Wartana.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengeluarkan imbauan resmi bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penurunan kualitas udara dan potensi kabut asap yang diprediksi berlangsung hingga 12 Oktober 2026. Langkah ini diambil menyusul laporan data kualitas udara yang menunjukkan konsentrasi polutan berbahaya melampaui ambang batas sehat.
Berdasarkan pemantauan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV pada Jumat (9/10/2026), konsentrasi partikel halus Particulate Matter 2.5 (PM2.5) di Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan tercatat sebesar 85,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut menempatkan kualitas udara dalam kategori tidak sehat, dengan puncak konsentrasi tertinggi mencapai 112,7 µg/m³ pada pagi hari.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H. M. Fadli Tahar, SE., MM., menyampaikan bahwa paparan partikel halus ini sangat berisiko bagi kesehatan, terutama pada sistem pernapasan. “Kami mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan wajib menggunakan masker yang sesuai seperti N95 atau KN95 jika harus beraktivitas di area terbuka,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
PM2.5 merupakan partikel pencemar udara berukuran sangat kecil yang dapat menembus jauh ke dalam paru-paru hingga masuk ke sistem peredaran darah. Kondisi ini dapat memicu iritasi tenggorokan, batuk, hingga sesak napas. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit asma dan jantung diminta untuk mendapatkan perlindungan ekstra selama kondisi udara belum membaik.
Selain penggunaan masker, BPBD juga menyarankan warga untuk menjaga kualitas udara di dalam ruangan dengan menutup pintu dan jendela saat tingkat polusi di luar meningkat. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran sampah secara terbuka guna mencegah perburukan polusi udara di lingkungan pemukiman.
Meski data yang digunakan berasal dari Stasiun Klimatologi Maros sebagai referensi regional, BPBD Makassar menekankan pentingnya kesiapsiagaan di seluruh wilayah kota. Warga diminta tetap tenang namun waspada, serta terus memantau pembaruan informasi cuaca dan kualitas udara melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi risiko kesehatan lebih lanjut. (*)









