Makassar, Wartana – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Selatan terus mematangkan persiapan pelantikan kepengurusan masa bakti 2026–2031 yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Oktober 2026 mendatang.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat pengurus harian PWI Sulsel yang digelar secara daring, Sabtu (29/8/2026). Rapat dipimpin langsung Ketua PWI Sulsel, Ir. H. Suwardi Thahir, S.I.Kom., dari Sekretariat PWI Sulsel, Jalan Maccini Sawah, Makassar.
Rapat turut diikuti Bendahara PWI Sulsel James Wehantouw bersama Wakil Bendahara Titiek dan Iga Dwikmarini. Hadir pula Wakil Ketua Bidang Pendidikan Faisal Syam, Wakil Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum Abdul Razak Arsyad, serta Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan Ihsan Djirong.
Sejumlah agenda strategis dibahas dalam pertemuan tersebut, terutama menyangkut kesiapan teknis dan substansi pelantikan. Konsolidasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan maksimal sekaligus memperkuat soliditas kepengurusan baru.
Ketua PWI Sulsel Suwardi Thahir menekankan bahwa pelantikan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut diharapkan menjadi titik awal implementasi berbagai program strategis PWI Sulsel selama periode kepengurusan 2026–2031.
PWI Sulsel Award untuk Tokoh Inspiratif
Salah satu agenda yang tengah digagas adalah PWI Sulsel Award 2026, sebuah penghargaan yang dirancang untuk memberikan apresiasi kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki kontribusi, dedikasi, prestasi, serta dampak positif bagi pembangunan Sulawesi Selatan maupun Indonesia.
Penghargaan tersebut nantinya akan dibagi ke dalam sejumlah kategori. Penilaian tidak hanya didasarkan pada jabatan atau posisi formal seseorang, tetapi juga mempertimbangkan rekam jejak, inovasi, integritas, dedikasi, serta manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
Menariknya, cakupan penerima penghargaan tidak hanya menyasar tokoh yang saat ini berdomisili di Sulawesi Selatan. Putra-putri asal Sulsel yang berkiprah dan menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun di luar daerah juga akan menjadi bagian dari penjaringan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengapresiasi kontribusi warga Sulsel yang membawa nama daerah di berbagai bidang. Kiprah mereka di tingkat nasional diharapkan menjadi inspirasi sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
PWI Sulsel juga berencana menerapkan mekanisme seleksi yang objektif, terukur, dan transparan. Dengan demikian, penghargaan tidak sekadar menjadi simbol apresiasi, tetapi juga dapat mendorong semakin banyak individu, komunitas, maupun lembaga untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
Apresiasi untuk Mendorong Kontribusi Publik
Sebagai organisasi profesi yang menaungi wartawan, PWI Sulsel memandang pemberian penghargaan sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap karya dan pengabdian masyarakat di berbagai bidang.
Tokoh dari sektor pembangunan, pendidikan, ekonomi, sosial budaya, olahraga, hingga kemanusiaan berpeluang mendapatkan apresiasi sepanjang memenuhi indikator dan kriteria yang ditetapkan.
Tahapan seleksi dan penetapan penerima penghargaan akan diarahkan untuk berjalan secara profesional dengan mengedepankan objektivitas dan indikator penilaian yang jelas.
Selain mematangkan agenda pelantikan dan PWI Sulsel Award, rapat tersebut juga menjadi bagian dari konsolidasi organisasi dalam menyusun langkah setelah kepengurusan baru resmi dilantik.
Berbagai program kerja yang telah dirancang diharapkan segera diterjemahkan ke dalam kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi anggota PWI sekaligus masyarakat luas.
Pelantikan pada 17 Oktober 2026 nantinya diharapkan bukan hanya menandai dimulainya periode baru kepengurusan PWI Sulsel, tetapi juga menjadi momentum memperkuat peran pers dalam meningkatkan profesionalisme, kompetensi wartawan, serta menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, berimbang, dan mencerdaskan.
Pengurus PWI Sulsel periode 2026–2031 dijadwalkan dilantik secara langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir.









