SIDRAP, Wartana.com – Universitas Hasanuddin (Unhas) mulai menyiapkan langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan di Mario Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Lahan tersebut akan dialokasikan sebagai pusat pengembangan berbagai fasilitas pembelajaran di bidang pertanian dan peternakan modern.
Rencana besar ini dibahas secara mendalam saat Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menerima audiensi dari jajaran Fakultas Vokasi Unhas di Rumah Jabatan Bupati Sidrap pada Minggu (23/8/2026). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap dan Unhas dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan vokasi serta pengembangan sumber daya manusia di wilayah tersebut.
Dekan Fakultas Vokasi Unhas, Irfan Sugianto, menjelaskan bahwa di lahan Mario Kulo tersebut, pihaknya telah merancang sejumlah program unggulan. Di antaranya adalah pembibitan jagung, pembangunan closed house untuk ayam broiler, pengembangan ayam Alopé khas Unhas, hingga pembibitan ternak ruminansia seperti kambing dan sapi.
“Sesuai arahan dan diskusi dengan Bapak Bupati, insya Allah tahun ini kami akan memanfaatkan lahan tersebut. Pembibitan jagung menjadi salah satu prioritas karena fasilitas serupa di Sidrap masih terbatas, sehingga diharapkan dapat mendukung peran daerah ini sebagai lumbung pangan,” ujar Irfan Sugianto.
Lebih lanjut, Irfan menekankan bahwa fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi, tetapi juga sebagai wahana pembelajaran bagi mahasiswa. Melalui keberadaan laboratorium lapangan ini, mahasiswa Fakultas Vokasi diharapkan dapat mempraktikkan ilmu secara langsung dan memperoleh pengalaman kerja yang nyata sebelum terjun ke dunia industri.
Selain fokus pada sektor lahan, Unhas juga berencana membangun asrama mahasiswa untuk mendukung operasional kelas Vokasi di Sidrap. Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menyambut baik komitmen tersebut dan berharap agar hibah lahan serta fasilitas yang diberikan pemerintah daerah dapat memberikan dampak positif bagi pendidikan dan kesejahteraan masyarakat lokal. (*)









