Barru, Wartana – Pemerintah Kabupaten Barru mulai mengoperasikan bus sekolah untuk melayani antar jemput siswa di Kampung Pesse, Desa Lempang, Kecamatan Tanete Riaja, Kamis (16/2/2026). Layanan ini bersifat sementara menyusul putusnya jembatan gantung akibat banjir yang menjadi akses utama warga.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Barru, Mohammad Fadly Ramadan Pawae, mengatakan pengoperasian bus sekolah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Bupati Barru setelah menerima keluhan masyarakat terkait terputusnya akses penghubung.
“Hari ini kita sudah mulai operasikan untuk anak sekolah rutenya Padalloang, Sikapa dan Arappoe antar Jemput,”ujar mantan Camat Tanete Rilau ini.
Putusnya jembatan gantung di Kampung Pesse berdampak langsung pada aktivitas warga, terutama anak-anak sekolah yang kesulitan menjangkau fasilitas pendidikan.
“Anak-anak terpaksa tidak bersekolah karena jembatan putus ini,” keluh salah seorang warga yang anaknya sudah beberapa hari tidak ke sekolah karena jembatan ambruk.
Meski terdapat akses alternatif, warga harus menempuh jarak yang lebih jauh sehingga dinilai kurang efektif, khususnya bagi pelajar.
Bupati Barru, Suardi Saleh, sebelumnya telah meninjau langsung lokasi terdampak dan berdialog dengan warga untuk mendengar keluhan mereka. Sejumlah opsi sempat dipertimbangkan, seperti penyediaan perahu karet untuk penyeberangan maupun pembangunan jembatan darurat.
“Namun melihat kondisi dan resikonya, opsi tersebut urung kita lakukan. Akhirnya solusi kita pilih menyiapkan mobil bus sekolah melalui Dishub Barru khusus di Pesse, untuk mengantar semua anak sekolah dari mulai berangkat hingga pulang sekolah,” terang Suardi Saleh.
Layanan bus sekolah ini akan diuji coba untuk mengantar siswa dari wilayah terdampak menuju SMP Sikapa dan SMA Aroppoe di Kecamatan Tanete Rilau, hingga jembatan penghubung selesai dibangun kembali.









