MAKASSAR, Wartana.com — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mendorong pemerintah pusat untuk memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan 3 juta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta percepatan pembangunan infrastruktur strategis di wilayahnya. Aspirasi ini disampaikan guna memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai pintu gerbang utama ekonomi di kawasan Timur Indonesia.
Permintaan tersebut dikemukakan saat menerima kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (9/10). Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menekankan bahwa penguatan konektivitas melalui infrastruktur laut dan jalan tol menjadi kebutuhan mendesak untuk menekan biaya logistik sekaligus mempercepat distribusi produk industri lokal ke pasar yang lebih luas.
Andi Sudirman menjelaskan bahwa besarnya jumlah pelaku UMKM di Sulawesi Selatan memerlukan intervensi yang lebih masif dari pemerintah pusat, terutama terkait standardisasi kualitas produk dan akses pemasaran. Meski pemerintah provinsi telah menginisiasi platform Bajubodo.com untuk membantu pemasaran digital, dukungan bantuan peralatan dan permodalan dari pusat dinilai tetap krusial.
“Sulawesi Selatan memiliki potensi UMKM yang sangat besar dengan sekitar 3 juta pelaku usaha yang terdaftar. Pemerintah provinsi terus melakukan pembinaan, akan tetapi itu tidak pernah cukup. Karena itu, kami meminta adanya intervensi dan bantuan pusat untuk UMKM masyarakat kami,” ujar Andi Sudirman dalam rapat tersebut.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyatakan komitmennya untuk mengawal usulan pembangunan daerah ini di tingkat nasional. Menurutnya, Sulawesi Selatan memiliki keunggulan kompetitif yang harus didukung dengan sarana transportasi yang memadai serta promosi sektor pariwisata yang lebih gencar.
“Apa yang menjadi keinginan dari Pemprov Sulsel akan kami tindak lanjuti. Paling prioritas itu adalah infrastruktur laut dan jalan tol karena berkaitan langsung dengan distribusi ekonomi. Selain itu, kami juga menyoroti penguatan promosi wisata dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di sini,” pungkas Evita.









