Panama City, Wartana.com – Gempa bumi kuat bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah selatan Panama pada Jumat (9/10) sore waktu setempat. Meskipun demikian, Otoritas Terusan Panama memastikan bahwa kanal vital yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Atlantik tersebut tetap beroperasi secara normal tanpa gangguan signifikan.
Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan guncangan terjadi pada pukul 17.56 waktu setempat, dengan pusat gempa berlokasi sekitar 10 kilometer dari kota kecil Pitaloza Arriba di pusat selatan Panama. Magnitudo awal yang terukur sebesar 8,0 kemudian direvisi menjadi 7,7. Gempa ini tercatat pada kedalaman dangkal 12 kilometer, sebuah faktor yang berpotensi memperparah dampak guncangan.
“Kami telah mengaktifkan protokol darurat dan tim inspeksi segera melakukan pemeriksaan menyeluruh. Sejauh ini, struktur vital Terusan Panama tidak menunjukkan adanya kerusakan signifikan, dan operasional pelayaran dapat berlanjut tanpa hambatan,” ujar Ricardo Martinelli, juru bicara Otoritas Terusan Panama, dalam keterangan persnya. Tim teknis masih terus memeriksa kemungkinan kerusakan pada alur pelayaran penting tersebut.
Guncangan dahsyat dirasakan di seluruh negara berpenduduk sekitar 4,5 juta orang ini. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan parah pada infrastruktur maupun korban jiwa akibat gempa besar M 7,7 ini. Beberapa gempa susulan juga dilaporkan terjadi, salah satunya berkekuatan 6 skala Richter, menambah kekhawatiran di kalangan warga.
Otoritas setempat terus memantau situasi dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan menjaga kelancaran operasi jalur pelayaran internasional yang krusial bagi perdagangan global.









