Gubernur Sulsel dan Mensos Tinjau Sekolah Rakyat Makassar, Siapkan Lahan untuk Perluasan Akses Pendidikan

Gubernur Sulsel dan Mensos Tinjau Sekolah Rakyat Makassar, Siapkan Lahan untuk Perluasan Akses Pendidikan

MAKASSAR, Wartana.com – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mendampingi Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf saat melakukan kunjungan kerja di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi di Sudiang, Kota Makassar. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung aktivitas belajar mengajar serta fasilitas pendukung yang tersedia di sekolah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Menurutnya, program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan di wilayah Sulawesi Selatan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan komitmennya untuk mendukung keberlanjutan dan pengembangan program ini. Andi Sudirman menegaskan bahwa pihaknya siap memfasilitasi kebutuhan aset dan lahan agar jangkauan Sekolah Rakyat dapat diperluas ke berbagai kabupaten dan kota lainnya di masa mendatang.

“Sulawesi Selatan sangat terbantu dengan kehadiran Sekolah Rakyat. Kami terus menyiapkan aset dan lahan agar program ini dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak daerah. Jika dibutuhkan pengembangan ke depan, kami masih memiliki lahan yang siap dimanfaatkan,” ujar Andi Sudirman di sela-sela peninjauan.

Selain sarana fisik, sekolah ini juga menonjolkan kurikulum yang dirancang untuk menghadapi tantangan global. Para peserta didik dibekali dengan penguasaan bahasa asing, mulai dari bahasa Inggris, Jepang, hingga Mandarin. Fasilitas pendukung dan tenaga pendidik yang tersedia dinilai mumpuni dalam menunjang kompetensi akademik maupun keterampilan siswa.

Di samping aspek kognitif, Sekolah Rakyat juga menitikberatkan pada pembentukan karakter dan akhlak mulia. Pemerintah berharap integrasi antara pendidikan formal, penguasaan bahasa, dan pembinaan karakter ini dapat melahirkan generasi muda yang berdaya saing tinggi serta memiliki etika yang baik untuk masa depan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *