Ia menegaskan bahwa harmoni yang selama ini terjaga di Sulsel adalah aset paling berharga. Menurutnya, kebersamaan yang ditunjukkan dalam perayaan Imlek adalah bukti bahwa masyarakat Sulsel telah mencapai tingkat kedewasaan dalam beragama dan bersosial.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2577. Semoga di Tahun Ular Kayu ini, kita semua diberi kelenturan seperti ular, namun tetap kokoh seperti kayu dalam menghadapi tantangan. Mari kita jaga Sulsel sebagai rumah bersama, di mana semua orang merasa aman dan dihargai,” pesannya penuh makna.
Lebih dari sekadar ucapan, Fatmawati memberikan apresiasi tinggi kepada komunitas Tionghoa Makassar yang dinilainya aktif berkontribusi dalam pembangunan, terutama di sektor ekonomi. Ia menyebut UMKM yang meramaikan acara adalah bukti nyata bahwa perayaan budaya bisa berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi warga.
“Warga Tionghoa bukan bagian dari Sulsel, mereka adalah Sulsel. Kontribusi mereka di pasar, di usaha kecil, hingga di sektor formal sangat luar biasa. Ini bukti bahwa ketika kita bersatu, ekonomi kita tumbuh,” tegasnya.
Salah seorang pengunjung, Linda Wijaya (45), mengaku terharu dengan kehadiran Waguf di tengah-tengah mereka. “Ini bukan sekadar formalitas. Bu Fatma benar-benar larut dalam kebahagiaan kami. Beliau ikut senang melihat barongsai, beliau menyapa pelaku UMKM. Ini membuat kami merasa diakui dan dihargai sebagai anak bangsa,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Perayaan Imlek tahun ini memang terasa berbeda. Ada kehangatan yang tak hanya datang dari lilin-lilin hias dan lampion merah, tetapi juga dari eratnya persaudaraan yang melampaui batas keyakinan.
Anak-anak berlarian riang, para orang tua tersenyum bangga, dan para pemimpin duduk berdampingan dengan rakyatnya.
Di penghujung acara, Fatmawati turun dari panggung. Ia menyapa satu per satu warga yang ingin bersalaman atau sekadar berfoto bersama. Tak ada jarak.
Tak ada protokol kaku yang membatasi. Hanya ada kebersamaan yang hangat di tengah gemerlap barongsai yang terus menari, melambangkan harapan baru yang melompat-lompat riang di hati ribuan warga Makassar.
Pemerintah Provinsi Sulsel pun berharap, semangat Imlek ini tak lekang oleh waktu. Bahwa harmoni yang telah terbangun harus terus dirawat, agar Sulawesi Selatan benar-benar menjadi rumah yang nyaman bagi semua, tanpa terkecuali. []











