Dua Siswi SMA Tewas dalam Perjalanan Pulang dari Wisata Air Terjun

Kecelakaan Maut di Poros Camba

MAROS — SENYUM ceria dan tawa riang dua siswi SMA yang seharusnya menghiasi akhir pekan mereka, sirna dalam sekejap di tengah gelapnya jalan poros Camba, Kabupaten Maros, Minggu petang (24/8/2026).

Sebuah bus pariwisata dan sepeda motor yang mereka tumpangi bertemu dalam bentangan maut, mengubah perjalanan pulang dari tempat wisata air terjun Lacolla menjadi perjalanan terakhir bagi Sara Saidattul Jannah Usman (16) dan rekannya.

Insiden tragis terjadi sekitar pukul 18.00 WITA di Jalan Poros Camba, Kecamatan Cenrana, Maros. Rekaman video amatir yang beredar luas di media sosial memperlihatkan pemandangan mengerikan.

Sepeda motor korban berada di bawah kolong bus pariwisata bernomor polisi DP 7049 AA. Motor bernomor polisi DD 4141 XX itu ringsek tidak berbentuk, terseret puluhan meter usai benturan keras.

Kronologi
Bus yang melaju dari arah Makassar menuju Kabupaten Bone bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai dua siswi SMAN 17 Makassar dari arah berlawanan, Bone-Makassar.

Kedua korban diketahui baru saja menikmati keindahan Air Terjun Lacolla bersama teman-teman lainnya. Luka berat di sekujur tubuh membuat keduanya meninggal dunia di tempat kejadian.

Duka Mendalam
Duka menyelimuti rumah duka di Jalan Mangadel Lorong 20, Kecamatan Tallo, Makassar, saat jenazah Sara tiba Minggu malam. Isak tangis keluarga dan tetangga pecah mengenang sosok gadis yang selama ini dikenal sebagai anak yatim piatu.

Sara, siswa kelas 11-4 SMAN 17 Makassar, adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Kedua orang tuanya telah lama berpulang, membuatnya tinggal bersama tante yang juga menjadi ibu sambungnya. Gadis itu dikenal aktif dalam Palang Merah Remaja (PMR) dan gemar berlatih beladiri Taekwondo.

“Kami tidak tahu kalau Sara pergi ke air terjun. Dia hanya minta izin ke tante katanya mau ke sekolah untuk kegiatan PMR. Tiba-tiba kami mendapat kabar dari Puskesmas sekitar pukul 20.30 WITA kalau Sara kecelakaan di Camba,” ujar kakek korban, Daeng Saso, dengan suara bergetar.

Rencananya, jenazah Sara akan dimakamkan di Pemakaman Boroangin, Tallo, berdampingan dengan makam sang ayah. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *