Makassar, Wartana.com – Sepuluh Penggerak Hak Asasi Manusia (HAM) dari Sulawesi Selatan dan wilayah kerja Sulawesi Tenggara secara resmi menandatangani kontrak kerja dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Sulawesi Selatan. Penandatanganan berlangsung di Aula Kanwil Kemenkumham Sulawesi Selatan pada Kamis, 13 Agustus 2026, menandai dimulainya Program Desa/Kelurahan/Kampung Binaan Sadar HAM.
Program ini berfokus pada pengarusutamaan nilai-nilai hak asasi manusia hingga ke tingkat desa dan kelurahan di wilayah tersebut. Selain penandatanganan kontrak, para Penggerak HAM turut memaparkan rencana aksi yang akan dilaksanakan selama dua bulan, terhitung mulai Agustus hingga September 2026. Paparan tersebut disaksikan secara virtual oleh kepala desa dan lurah dari 10 desa dan kelurahan binaan, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan program.
Dalam rencana kerjanya, para Penggerak HAM akan melaksanakan berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi edukasi HAM, pemetaan kelompok rentan, penguatan partisipasi warga, hingga membangun mekanisme komunikasi yang lebih responsif terhadap persoalan hak asasi manusia di desa dan kelurahan setempat.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Selatan, Daniel Rumsowek, secara simbolis menyematkan pin dan mengalungkan tanda pengenal kepada seluruh Penggerak HAM. Aksi ini merupakan simbol kepercayaan sekaligus peneguhan komitmen mereka sebagai mitra strategis Kementerian HAM. “Saya mengapresiasi kesiapan para Penggerak HAM yang telah menyusun rencana kerja dan siap terjun langsung ke tengah masyarakat,” ujar Daniel.
Sepuluh Penggerak HAM yang akan bertugas di wilayah binaan masing-masing antara lain:
- Mir’atul Mar’ah Ridwan di Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Makassar.
- Iswandi R. di Desa Pattallassang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa.
- Siti Aisyah Putri di Kelurahan Mattoanging, Kecamatan Mariso, Makassar.
- Syahrul Gunawan di Desa Marannu.
- Nurfitri Sawalinda di Desa Bonto Manai, Kabupaten Pangkep.
- Kasmawati di Desa Bonto Jai, Kabupaten Bulukumba.
- Firdayanti di Desa Bonto Manai, Kecamatan Rilau Ale, Bulukumba.
- Muh. Asfar Asmon di Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kendari.
- Suhardi di Kelurahan Mandonga, Kendari.
- Sitha Nurzasky di Desa Andeposandu, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe.









