HUT ke-102 Perumda Air Minum Makassar, Munafri Minta Pegawai Fokus Besarkan Perusahaan

Makassar, Wartana.com – Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar Gathering Pegawai sebagai puncak peringatan HUT ke-102 perusahaan di Pantai Indah Bosowa Makassar, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti jajaran direksi, pejabat struktural, serta seluruh pegawai Perumda Air Minum Kota Makassar. Hadir pula Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Direktur Utama Perumda Air Minum Andi Syahrum, Direktur Keuangan Wirda Fauzah Madjid, Direktur Umum Andi Taufiq Aris, Ketua PERISPAM Syahriati, serta jajaran pejabat lainnya.

Suasana gathering berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan kebersamaan dan puluhan hadiah doorprize bagi pegawai.

Di hadapan jajaran Perumda Air Minum, Munafri mengajak seluruh pegawai menjadikan usia 102 tahun perusahaan sebagai momentum memperkuat dedikasi, integritas, profesionalitas, dan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurutnya, sejumlah pembenahan yang dilakukan manajemen mulai menunjukkan hasil. Ia mengaku telah turun langsung untuk memastikan sejumlah informasi terkait perbaikan layanan yang diterimanya benar-benar terealisasi di lapangan.

“Saya turun langsung untuk memastikan apa yang saya lihat di berita maupun media sosial. Apa benar ini turun untuk diperbaiki? Apa benar sambungan yang selama ini tidak pernah mengalir sudah mengalir? Alhamdulillah, lebih dari 90 persen yang saya datangi itu nyata di depan mata saya,” kata Munafri.

Ia menilai capaian tersebut menjadi modal penting untuk melanjutkan pembenahan perusahaan. Namun, keberlanjutan kinerja positif tersebut membutuhkan komitmen seluruh pegawai untuk menempatkan kepentingan perusahaan di atas kepentingan kelompok.

Munafri mengingatkan bahwa Perumda Air Minum memiliki tanggung jawab besar karena mengelola salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, perusahaan tidak cukup hanya mengejar keuntungan, tetapi harus memastikan pelayanan air bersih benar-benar dirasakan warga.

“Perusahaan ini membutuhkan dedikasi kita. Perusahaan ini sudah terlalu lama menjadi tempat kita bersandar untuk keluarga. Sekarang saatnya kita memberikan dedikasi kepada perusahaan, sehingga perusahaan ini bisa menjadi sandaran kita dan masa depan kita,” ujarnya.

Ia juga meminta agar tidak ada faksi atau kelompok internal yang berkembang berdasarkan kepentingan tertentu. Menurutnya, keberadaan kelompok-kelompok semacam itu berpotensi mengganggu profesionalitas dan menciptakan suasana kerja yang tidak sehat.

“Jangan kita pelihara faksi-faksi. Faksi-faksi inilah yang meruntuhkan profesionalitas kita bekerja. Saya berharap yang terbangun di Perumda Air Minum adalah komitmen kekeluargaan yang profesional,” tegas Munafri.

Wali Kota Makassar itu kemudian mendorong pegawai mengubah pola pikir dalam melihat masa depan perusahaan. Pembicaraan mengenai individu, menurutnya, harus mulai digeser menjadi gagasan mengenai pengembangan perusahaan.

“Perusahaan akan besar kalau kita bercerita tentang gagasan besar, harapan besar, cita-cita besar, serta komitmen besar untuk membesarkan perusahaan,” katanya.

Munafri juga mengaitkan pertumbuhan perusahaan dengan peningkatan kesejahteraan pegawai. Ia meminta jajaran direksi dan tim audit menghitung kondisi keuangan secara cermat, termasuk kemungkinan merealisasikan gaji ke-13 bagi pegawai apabila kondisi keuangan perusahaan memungkinkan.

“Gaji ke-13 bukan hadiah dari saya. Bukan hadiah sama sekali, tetapi hak yang harus kalian dapatkan karena memajukan perusahaan ini,” tegasnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa pemberian hak pegawai harus mempertimbangkan kesehatan keuangan perusahaan. Pengelolaan laba harus dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab sehingga peningkatan keuntungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan pelayanan dan kesejahteraan pegawai.

Selain persoalan internal, Munafri meminta Perumda Air Minum mempersiapkan diri menghadapi tantangan pelayanan akibat perubahan iklim dan potensi kemarau panjang.

“Kondisi perubahan iklim saat ini membutuhkan kerja ekstra. Kalau kemarau panjang, segala infrastruktur dan kemampuan yang dimiliki Perumda Air Minum harus disiapkan supaya air terus mengalir dan kebutuhan dasar masyarakat Kota Makassar terhadap air bersih dapat dilayani dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapan menghadapi tantangan tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab direksi atau kepala bagian. Seluruh pegawai harus mengambil peran sesuai tugas dan kapasitas masing-masing.

Munafri juga memberikan perhatian khusus terhadap sikap pegawai saat berinteraksi dengan pelanggan. Ia meminta petugas yang bertugas di lapangan memberikan pelayanan secara ramah dan profesional.

“Saya ingin ketika pegawai Perumda Air Minum datang ke rumah masyarakat, mereka datang dengan senyum dan menyambut dengan ramah. Jangan sampai masyarakat justru mengeluh ketika pegawai kita datang,” tuturnya.

Ia menegaskan akan mengambil sikap tegas jika menerima laporan mengenai perilaku pegawai yang tidak sesuai standar pelayanan. Menurutnya, persoalan tersebut bukan sekadar mengenai nilai atau materi, tetapi menyangkut integritas serta kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan.

Di sisi lain, Munafri menegaskan tidak ingin melakukan intervensi terhadap pengelolaan internal Perumda Air Minum. Ia berharap perusahaan dapat tumbuh sebagai badan usaha milik pemerintah kota yang profesional, independen, dan mampu mengelola dirinya secara mandiri.

“Saya tidak pernah masuk untuk mengintervensi apa-apa di dalam Perumda Air Minum karena saya ingin memperlihatkan bahwa ini adalah perusahaan yang independen, yang mampu mengurus dirinya sendiri,” katanya.

Terkait proses pemilihan direksi definitif, Munafri mengatakan proses tersebut masih berjalan. Siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin perusahaan diharapkan menjadi bagian dari keluarga besar Perumda Air Minum dan memperoleh dukungan untuk menjalankan tanggung jawabnya.

“Siapa pun nanti yang ada adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kita. Mereka adalah orang-orang yang berkomitmen untuk membesarkan perusahaan ini,” ujarnya.

Memasuki usia 102 tahun, Munafri berharap Perumda Air Minum Kota Makassar mampu menjaga keseimbangan antara kinerja keuangan dan kualitas pelayanan publik.

“102 tahun bukan usia yang muda. Saya berharap kita menjadi salah satu perusahaan air minum yang tidak hanya mengejar laba perusahaan, tidak hanya berpikir tentang keuntungan, tetapi bagaimana pelayanan prima bisa sampai di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.

Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam gathering tidak berhenti sebagai seremoni perayaan HUT, tetapi menjadi energi baru bagi seluruh pegawai untuk bekerja lebih profesional, memperkuat pelayanan, dan bersama-sama membesarkan Perumda Air Minum Kota Makassar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *