Target 100 GWp PLTS: AESI Perkuat Peran Media Kawal Transisi Energi Nasional

Target 100 GWp PLTS: AESI Perkuat Peran Media Kawal Transisi Energi Nasional

JAKARTA, Wartana.com – Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) resmi menggandeng jurnalis dari berbagai wilayah untuk memperkuat pengawasan terhadap target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt peak (GWp). Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Media Training bertajuk Penguatan Kapasitas Media dalam Diskursus Energi Surya Nasional yang diselenggarakan secara hybrid pada Jumat (6/11/2026).

Langkah kolaboratif ini dilakukan guna memastikan ambisi besar pemerintah dalam percepatan transisi energi dapat berjalan sesuai rencana. Fokus utama pelatihan mencakup pemahaman teknis teknologi PLTS, kesiapan industri manufaktur lokal, hingga skema pembiayaan proyek yang dinilai masih menjadi tantangan krusial di lapangan.

Ketua Umum AESI, Mada Ayu Habsari, menyatakan bahwa peran media sangat strategis dalam menjembatani informasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat. Menurutnya, target 100 GWp yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto memerlukan transparansi dan keterlibatan publik yang luas agar target tersebut tidak hanya berhenti sebagai angka statistik.

“Target 100 GWp adalah mandat kerja yang besar. Agar ambisi ini bertransformasi menjadi aksi nyata, peran rekan-rekan media sangat kunci dalam mengawal setiap tahapan pengembangan, memberikan edukasi akurat, serta memastikan isu ini menjadi perhatian nasional,” ujar Mada dalam sambutannya.

Dari sisi operasional, Manager Pengendalian Aneka Energi Baru dan Terbarukan PT PLN (Persero), Joko Purnomo, memaparkan bahwa pengembangan PLTS telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Ia merinci berbagai jenis instalasi mulai dari sistem atap, ground-mounted, hingga PLTS terapung yang akan diintegrasikan ke dalam sistem kelistrikan nasional melalui skema Independent Power Producer (IPP).

Sementara itu, Director Climate Policy Initiative (CPI) Indonesia, Tiza Mafira, menyoroti pentingnya aspek bankability atau kelayakan proyek dalam menarik investasi hijau global. Ia menilai bahwa kepastian regulasi menjadi faktor penentu bagi investor dan lembaga keuangan untuk menyalurkan pendanaan ke sektor energi surya di Indonesia.

Hingga pertengahan tahun 2026, kapasitas terpasang PLTS nasional tercatat baru mencapai 1,5 gigawatt (GW). Selain memberikan pelatihan, AESI juga membuka kompetisi karya tulis bagi jurnalis dengan total hadiah jutaan rupiah sebagai bentuk apresiasi terhadap pemberitaan yang mendalam dan faktual mengenai perkembangan energi surya di tanah air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *