Barru, Wartana – Satu tahun kepemimpinan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., bersama Wakil Bupati Abustan Andi Bintang menjadi momentum penting dalam meletakkan fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Dengan satu komando dan arah kebijakan yang terintegrasi, sektor pendidikan dan kebudayaan ditempatkan sebagai pilar strategis menuju Barru yang berkeadilan, maju berkelanjutan, dan sejahtera lebih cepat.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru di bawah kepemimpinan A. Milawaty, S.Sos., M.M., bergerak progresif dalam menerjemahkan visi kepala daerah ke dalam program yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan, peningkatan mutu pendidikan dilakukan melalui pendekatan berbasis data dengan menjadikan Rapor Pendidikan sebagai instrumen utama dalam memetakan capaian dan prioritas perbaikan di setiap satuan pendidikan.
“Pendekatan ini memastikan setiap kebijakan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menyentuh kualitas pembelajaran di ruang-ruang kelas.”, sebut A. Mulawaty
Dalam satu tahun terakhir, berbagai prestasi berhasil diraih melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, guru, dan peserta didik. Di antaranya Juara II Lomba Cerdas Cermat sekaligus Duta Anti Korupsi pada peringatan HAKORDIA 2025, Juara 3 Mendongeng Putra SD tingkat provinsi, Juara 3 Pidato Putri SD tingkat provinsi, Juara 1 Mendongeng Putri SMP tingkat provinsi, serta Juara 1 Komedi Tunggal Putri SMP tingkat provinsi pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025.
Selain itu, Kabupaten Barru juga meraih penghargaan Panritabasa atas dedikasi dalam pengutamaan Bahasa Indonesia.
Komitmen terhadap pendidikan usia dini turut diperkuat melalui pengukuhan Bupati Barru sebagai Bunda PAUD pada Gebyar PAUD 2025, yang menandai perhatian serius terhadap fondasi pendidikan anak sejak dini.
Di bidang kebudayaan, capaian strategis ditunjukkan melalui penyusunan dan penetapan Dokumen Pemutakhiran Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Barru 2025 sebagai arah pembangunan kebudayaan hingga tahun 2030.
Barru juga meraih pengakuan nasional dengan ditetapkannya “Pesta Panen Adat Paenge” sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2025 oleh Kementerian Kebudayaan. Selain itu, Festival Budaya To Berru dan Aksara Lontara turut digelar sebagai wadah pelestarian identitas lokal.
Upaya pelestarian sejarah juga dilakukan melalui revitalisasi Museum Colliq Pujie yang kini menjadi simbol penghormatan terhadap tokoh intelektual perempuan Bugis yang berperan dalam penyalinan naskah I La Galigo yang diakui UNESCO sebagai Memory of the World.
Pemerintah Kabupaten Barru juga menetapkan enam objek sebagai Cagar Budaya tingkat kabupaten dan mengusulkannya ke tingkat provinsi. Penyusunan E-Book Warisan Budaya Tak Benda “Sere Api” serta buku cerita bergambar “Marakka’ Bola” untuk pelajar SD menjadi bagian dari upaya dokumentasi budaya secara berkelanjutan.
Di sektor sarana dan prasarana, peningkatan infrastruktur pendidikan terus dipercepat melalui dukungan APBD dan Dana Revitalisasi dari Kementerian Pendidikan. Pembangunan meliputi ruang kelas, perpustakaan, ruang praktik, fasilitas sanitasi, hingga pengadaan meubelair guna memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Barru menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi dan komitmen bersama di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati.
“Dengan satu komando dan arahan yang jelas dari Ibu Bupati dan Bapak Wakil Bupati, kami memastikan seluruh program pendidikan dan kebudayaan berjalan terarah, terukur, dan berdampak nyata bagi generasi Barru,” ujarnya.









