Wisata  

Candi Prambanan: Situs Warisan Dunia yang Megah

Wisata Sejarah

Menjulang megah di antara hamparan tanah Jawa, Candi Prambanan bukan hanya ikon sejarah, tapi juga simbol kemegahan peradaban Hindu di Indonesia. Dikenal sebagai kompleks candi Hindu terbesar di Nusantara, Prambanan memikat wisatawan dengan arsitekturnya yang ramping, tinggi, dan penuh makna spiritual.

Didedikasikan untuk Dewa Trimurti: Brahma, Wishnu, dan Siwa, candi ini menyimpan legenda, nilai sejarah, dan keindahan visual yang membuatnya diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Apakah Anda siap menjelajahi jejak kerajaan Medang Mataram dalam bentuk karya arsitektur luar biasa yang berdiri tegak sejak abad ke-9?

Ditelantarkan dan Penemuan Kembali Candi Prambanan

Pada sekitar tahun 930-an, ibu kota kerajaan pindah ke Jawa Timur oleh Mpu Sendok dan mendirikan Wangsa Isyana. Alasan pasti perpindahan ini tidak diketahui, tetapi kemungkinan karena letusan Gunung Merapi, peperangan, dan perebutan kekuasaan.

Setelah perpindahan, candi Prambanan mulai rusak dan runtuh, dan meskipun tidak lagi digunakan sebagai pusat keagamaan, masih dikenal sebagai legenda Rara Jonggrang. Candi ini ditemukan oleh Belanda pada tahun 1733, dan meskipun terjadi penggalian, tetap mengalami kerusakan akibat praktik penjarahan. Batu-batu candi diambil untuk bahan bangunan dan hiasan taman.

Pemugaran Candi Prambanan

sejarah candi prambanan

Pemugaran Candi Prambanan dimulai pada tahun 1918, namun upaya serius baru dimulai pada 1930-an dengan cara yang lebih sistematis sesuai kaidah arkeologi. Sebelumnya, pemindahan dan pembongkaran batu dilakukan secara sembarangan tanpa memikirkan usaha pemugaran kembali.

Setelah dilakukan berbagai upaya restorasi, candi Siwa yang merupakan candi utama kompleks ini dirampungkan pada tahun 1953 dan diresmikan oleh Presiden Sukarno. Saat ini, Prambanan termasuk dalam Situs Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO sejak 1991. Beberapa bagian Prambanan saat ini sedang direstorasi untuk memperbaiki kerusakan akibat gempa Yogyakarta 2006.

Legenda Candi Prambanan

Di Candi Prambanan terdapat sejumlah legenda yang terkenal. Salah satunya adalah kisah tentang perjuangan kekuasaan antara Dinasti Sailendra dan Sanjaya di Jawa Tengah. Dalam kisah ini, Prabu Baka diduga merujuk pada Raja Samaratungga dari Sailendra, Rakai Pikatan sebagai Bandung Bondowoso, dan Pramodhawardhani, putri Samaratungga dan istri Rakai Pikatan, sebagai Rara Jonggrang.

Selain itu, ada juga legenda Rara Jonggrang yang menceritakan tentang candi-candi yang dibangun oleh Bandung Bondowoso namun tidak selesai, dan sekarang dikenal sebagai Candi Sewu. Arca Durga di ruang utara candi utama Prambanan dianggap sebagai perwujudan Rara Jonggrang yang dikutuk menjadi batu karena melanggar janji.

Candi di Sekitar Candi Prambanan

Dataran Kewu atau Prambanan adalah sebuah daerah subur yang terletak di antara lereng gunung Merapi di utara dan pegunungan kapur Sewu di selatan, dekat perbatasan Sleman dan Klaten. Di daerah ini, terdapat banyak peninggalan arkeologi berupa candi-candi Buddha yang menjadi salah satu peninggalan bersejarah paling awal di Indonesia, serta candi-candi Hindu.

Candi Prambanan yang terkenal dikelilingi oleh beberapa candi Buddha lainnya, seperti candi Lumbung dan Bubrah di sebelah utara, candi Sewu di utara lagi, candi Plaosan di timur, candi Kalasan dan Sari di barat, serta candi Sojiwan, Situs Ratu Baka yang terletak di atas perbukitan, candi Banyunibo, Barong, dan Ijo di selatan.

Dataran Prambanan atau Dataran Kewu adalah sebuah kawasan yang sangat penting dari segi sejarah. Kawasan ini terletak antara lereng selatan gunung Merapi di utara dan jajaran pegunungan kapur Sewu di selatan, dekat perbatasan Sleman dan Klaten.

Keberadaan banyak candi dalam jarak yang dekat menunjukkan bahwa kawasan ini pada zaman dahulu adalah kawasan yang penting dalam hal keagamaan, politik, ekonomi, dan kebudayaan. Letak candi Hindu dan Buddha yang berdampingan menunjukkan toleransi beragama yang sudah ada sejak zaman dulu.

Diduga bahwa pusat kerajaan Medang Mataram terletak di kawasan ini. Keindahan dan kecanggihan candi-candinya menjadikan Dataran Prambanan setara dengan kawasan bersejarah terkenal lainnya di Asia Tenggara seperti Angkor, Bagan, dan Ayutthaya.

Museum Candi Prambanan

Di kompleks Taman Purbakala Candi Prambanan, terdapat sebuah museum yang menyimpan berbagai artefak sejarah kuno. Letaknya berada di sisi utara kompleks, di antara Candi Prambanan dan Candi Lumbung. Museum ini memiliki arsitektur tradisional Jawa, dengan bentuk bangunan seperti rumah joglo.

Di dalamnya terdapat koleksi batu candi dan arca yang ditemukan di sekitar kompleks Candi Prambanan, seperti patung sapi Nandi, Resi Agastya, Siwa, Wisnu, Garuda, patung Durga Mahisasuramardini, dan batu Siwa Lingga sebagai simbol kesuburan.

Selain itu, replika dari timbunan emas Wonoboyo yang terkenal seperti mangkok, sendok, tas, perhiasan perak, dan emas yang diukir dengan motif Ramayana juga dipajang di museum ini. Temuan asli Wonoboyo kini disimpan di Museum Nasional Indonesia di Jakarta.

Selain artefak kuno, museum ini juga menampilkan replika model arsitektur beberapa candi seperti Prambanan, Borobudur, dan Plaosan. Pengunjung Taman Purbakala Prambanan dapat masuk ke museum ini secara gratis karena tiket masuk taman sudah termasuk akses ke museum. Museum ini juga menampilkan pertunjukan audio visual tentang sejarah Candi Prambanan.

Mempelajari sejarah Candi Prambanan memberikan wawasan baru tentang latar belakang sejarah dunia mengenai situs kuno tersebut, yang merupakan salah satu situs dunia yang perlu dijaga dan dipelihara. Mengetahui perkembangan candi yang jarang diketahui orang awam dan terlibat dalam menjaganya akan membuat kita merasa menjadi bagian dari sejarah yang sedang terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *