Rp3.300 Triliun untuk Konflik Iran: Pentagon Ajukan Anggaran Jumbo, Kongres Terbelah

Pentagon Minta Tambah Anggaran Rp3.300 T Buat Perang di Iran
Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth (kanan). Foto: REUTERS/Kevin Lamarque

Jakarta, Wartana.com – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) secara resmi mengajukan permintaan tambahan anggaran sebesar US$200 miliar atau sekitar Rp3.300 triliun untuk mendanai operasi militer melawan Iran serta kebutuhan keamanan global lainnya. Pengajuan fantastis ini telah disampaikan ke Gedung Putih dan kini menunggu keputusan dari Kongres AS.

Seorang pejabat senior pemerintah AS mengonfirmasi bahwa Pentagon telah mengirimkan pengajuan anggaran jumbo tersebut. Meskipun tidak secara langsung mengonfirmasi jumlah pastinya, Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyebut angka tersebut bisa berubah. “Butuh uang untuk membunuh orang jahat,” kata Hegseth dalam konferensi pers pada Kamis (19/3), seperti dikutip Reuters. Ia menambahkan, “Kami akan kembali ke Kongres dan orang-orang kami di sana, untuk memastikan bahwa kami didanai dengan benar.” Jumlah anggaran tambahan ini, yang juga dilaporkan Associated Press, dianggap sangat tinggi dan di luar pendanaan ekstra yang sudah diterima Pentagon tahun lalu.

Persetujuan Kongres AS mutlak diperlukan untuk pengeluaran raksasa ini, namun dukungan politik diperkirakan sulit didapat mengingat utang nasional AS yang telah menembus rekor US$39 triliun. Permintaan pendanaan baru oleh Pentagon ini pertama kali dilaporkan oleh The Washington Post. Secara terpisah, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa pemerintah meminta uang tersebut juga untuk alasan lain selain Iran. “Ini adalah dunia yang sangat bergejolak,” ujar Trump, seraya menyebut pengeluaran darurat itu akan menjadi “harga yang sangat kecil untuk dibayar” demi memastikan militer AS tetap dalam kondisi prima.

Kendati Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Senat AS kini dikendalikan oleh Partai Republik pimpinan Trump, banyak anggota parlemen konservatif yang mendukung kebijakan fiskal secara ketat, baik untuk operasi militer maupun hal-hal lainnya. Anggota DPR Betty McCollum dari Partai Demokrat, yang mengawasi anggaran pertahanan di parlemen, menyatakan keberatannya. “Ini tidak akan menjadi persetujuan otomatis untuk Presiden Amerika Serikat,” tegas McCollum, menambahkan bahwa Kongres masih menunggu penjelasan pemerintah mengenai alokasi dana tambahan sebesar US$150 miliar yang sebelumnya telah diberikan kepada Pentagon melalui RUU pemotongan pajak dan pengeluaran Trump. “Saya tidak memberikan cek kosong kepada Departemen Pertahanan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Hegseth menegaskan bahwa tujuan AS dalam perang melawan Iran tidak berubah sejak dimulai pada 28 Februari. Ia mengklaim bahwa AS telah menyerang 7.000 target di dalam Iran dan menghantam lebih dari 40 kapal penyebar ranjau Iran. “Tujuan kami, yang diberikan langsung dari presiden kami yang mengutamakan Amerika, tetap sama seperti pada hari pertama,” kata Hegseth. Selain itu, pemerintah Trump juga disebut tengah mempertimbangkan pengerahan ribuan pasukan militer AS tambahan untuk memperkuat operasi militernya di Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *