Iran Umumkan Penghentian Serangan Regional, Bertindak Hanya Jika Diserang Balik

Iran Setop Serang Negara Tetangga di Timteng: Kecuali Mereka Meyerang
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (tengah) bersama dua tokoh Iran Gholam-Hossein Mohseni-Eje'i, Alireza Arafi. (Foto: via REUTERS/IRIB)

Jakarta, Wartana.com – Iran mendeklarasikan penangguhan serangan terhadap negara-negara tetangga di kawasan Timur Tengah, sebuah kebijakan baru yang akan berlaku kecuali jika Iran terlebih dahulu diserang oleh negara-negara tersebut. Pengumuman penting ini disampaikan langsung oleh Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Sabtu (7/3), setelah disetujui oleh dewan kepemimpinan sementara.

Keputusan strategis ini muncul di tengah meningkatnya tensi regional dan serangkaian serangan yang dilancarkan Iran sebagai respons terhadap operasi yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Langkah ini menandai potensi perubahan dalam dinamika konflik yang telah berlangsung di kawasan, menawarkan jeda kondisional dari eskalasi militer.

“Ini adalah upaya untuk meredakan ketegangan dan menunjukkan niat baik Iran, namun dengan garis merah yang jelas,” ujar Dr. Hamid Reza, seorang analis keamanan regional dari Universitas Teheran, menanggapi pengumuman tersebut. “Teheran sepertinya ingin menguji respons internasional terhadap kebijakan ini, sekaligus menjaga kredibilitas pertahanannya di tengah tekanan yang ada.”

Sebelum deklarasi ini, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah mengklaim serangkaian serangan signifikan. Mereka menyatakan telah berhasil merusak setidaknya 20 aset militer Amerika Serikat di beberapa negara Teluk, termasuk Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab (UEA). Serangan terbaru yang dicatat termasuk target kapal tanker minyak AS di lepas pantai Kuwait dan kilang minyak vital milik Bahrain pada Jumat (6/3). Markas Pusat Khatam Al Anbiya, badan komando operasional angkatan bersenjata Iran, melaporkan bahwa kapal AS tersebut terkena serangan dan terbakar.

Pada hari yang sama, IRGC juga mengumumkan penggunaan “rudal generasi baru” untuk menghantam pangkalan-pangkalan Amerika di negara-negara Teluk serta beberapa lokasi strategis di Israel, termasuk Bandara Ben Gurion, Haifa, dan Tel Aviv. Sebuah pernyataan militer yang disiarkan televisi pemerintah, seperti dikutip Al Jazeera, menyebutkan bahwa unit drone angkatan laut angkatan bersenjata Iran menargetkan Camp Udairi (kini dikenal sebagai Camp Buehring), sebuah fasilitas militer utama AS di Kuwait. Di Bahrain, serangan rudal Iran juga dilaporkan memicu kebakaran di kilang minyak utama Bapco Energies, meskipun Pusat Komunikasi Bahrain kemudian menyatakan api berhasil dikendalikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *