Drone Lucas AS: ‘Kembaran’ Shahed Iran yang Mengguncang Timur Tengah

Mengenal Drone Lucas Buatan AS, Versi 'KW' dari Shahed Iran
Drone Shahed Iran yang ditiru AS. (via REUTERS/Iranian Army/WANA)

Jakarta, Wartana.com – Drone Lucas FLM 136 milik Amerika Serikat menjadi sorotan publik dan diplomatik setelah dituding sebagai “versi tiruan” dari drone Shahed-136 buatan Iran. Tuduhan ini dilontarkan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, di tengah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Menurut Araghchi, Amerika Serikat telah mengembangkan drone yang memiliki kemiripan signifikan dengan model Iran. Ia menyatakan, “Kami juga baru-baru ini menerima informasi yang menunjukkan AS dan Israel melancarkan serangan terhadap negara-negara Arab dari titik-titik tertentu.” Ia menambahkan, “AS telah mengembangkan drone yang mirip dengan drone Shahed kami, yang disebut ‘Lucas’. Drone ini digunakan untuk menyerang target di negara-negara Arab,” seperti dikutip dari Doha News.

Dilansir dari Euro News, sejumlah perusahaan di AS memang mengembangkan drone yang terinspirasi dari HESA Shahed 136 milik Iran, sebuah pesawat tanpa awak otonom yang dirancang untuk serangan kamikaze. Salah satu di antaranya adalah perusahaan Spektreworks yang berbasis di Arizona, yang memperkenalkan FLM 136 tahun lalu. Sistem ini dikenal sebagai Low-cost Uncrewed Combat Attack System (LUCAS), yakni drone tempur tanpa awak berbiaya rendah yang dapat dioperasikan oleh tim kecil serta mampu lepas landas dan mendarat secara otomatis.

Secara dimensi, drone Lucas FLM 136 hampir identik dengan Shahed 136, dengan panjang sekitar 3 meter dan lebar 2,5 meter. Namun, FLM 136 memiliki bobot yang jauh lebih ringan, yaitu 81,5 kilogram dibandingkan Shahed yang mencapai 200 kilogram. Konsekuensinya, kapasitas muatan FLM 136 lebih kecil, sekitar 18 kilogram, sementara Shahed mampu membawa hingga 50 kilogram. Drone ini mampu menjalankan misi serangan hingga enam jam dengan jangkauan sekitar 444 mil laut dan dapat beroperasi pada ketinggian maksimum 15.000 kaki (sekitar 4.500 meter). Menggunakan mesin pembakaran internal, drone Lucas dapat melaju dengan kecepatan jelajah sekitar 137 km per jam dan mencapai kecepatan maksimum hingga 194 km per jam.

Harga setiap unit drone Lucas FLM 136 diperkirakan sekitar US$35.000 (sekitar Rp595 juta), yang setara dengan perkiraan biaya produksi Shahed 136 (antara US$20.000 hingga US$50.000). Saat ini, drone Lucas diluncurkan dari darat oleh Satuan Tugas Scorpion Strike (TFSS), sebuah unit di bawah Komando Pusat AS yang ditempatkan di Timur Tengah. Drone ini digunakan untuk menjalankan serangan kamikaze satu arah, serupa dengan konsep operasi drone Shahed 136 yang dikembangkan oleh Shahed Aviation Industries, afiliasi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada tahun 2016.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *