Makassar, Wartana – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menegaskan bahwa Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI Tahun 2026 merupakan forum strategis yang mempertemukan jejaring, gagasan investasi, dan peluang kolaborasi untuk mendorong percepatan pembangunan daerah berbasis potensi unggulan.
Ditemui di sela kegiatan, Andi Ina menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi ruang efektif bagi pemerintah daerah untuk membangun konektivitas langsung dengan para saudagar asal Sulawesi Selatan yang telah sukses di tingkat nasional maupun global.
Menurutnya, transformasi ekonomi daerah membutuhkan sinergi multipihak, termasuk peran diaspora Bugis Makassar dalam memperkuat investasi, hilirisasi sektor unggulan, serta penciptaan nilai tambah berbasis potensi lokal.
“Kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi menjadi momentum strategis untuk mempertemukan kepentingan pembangunan daerah dengan kapasitas jejaring dan investasi para saudagar. Kami berharap, kontribusi nyata dapat terus terbangun, termasuk untuk Kabupaten Barru,” ujarnya kepada Humas IKP Barru.
Lebih lanjut, Andi Ina menyoroti pengembangan sektor pertanian bernilai ekonomi tinggi sebagai salah satu fokus pembangunan daerah, dengan komoditas kopi sebagai prioritas seiring potensi agroklimat di dataran tinggi Barru.
Ia mengungkapkan, kawasan Kecamatan Pujananting dan sejumlah wilayah lain di Kabupaten Barru memiliki karakteristik lahan yang potensial untuk pengembangan kopi berkualitas. Saat ini, masyarakat di wilayah tersebut telah mulai melakukan budidaya secara bertahap menuju penguatan kawasan sentra produksi.
Pengembangan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga penguatan rantai nilai (value chain), mulai dari budidaya, pascapanen, hingga peluang hilirisasi produk kopi Barru agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Barru juga mendorong dukungan lintas sektor, termasuk dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, guna memperkuat intervensi program, akses pembiayaan, serta peningkatan kapasitas petani.
“Insyaallah, kami optimistis kopi Barru dapat tumbuh sebagai komoditas unggulan daerah dan menjadi bagian dari penguatan ekonomi berbasis kerakyatan yang berdaya saing,” pungkasnya.
Untuk diketahui, kegiatan PSBM XXVII yang berlangsung di Hotel Claro Makassar tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Umum BPP KKSS, Andi Amran Sulaiman. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa karakter petarung saudagar Bugis-Makassar harus menjadi motor utama dalam mewujudkan swasembada pangan dan hilirisasi industri untuk menaklukkan pasar dunia.
Di hadapan para saudagar Bugis Makassar, ia memaparkan capaian stok beras nasional yang mencapai angka tertinggi dalam sejarah Indonesia, yakni 4 hingga 5 juta ton. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti Indonesia mampu menekan harga pangan dunia hingga 44 persen karena tidak lagi bergantung pada impor.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa masa depan ekonomi Indonesia terletak pada hilirisasi. Para saudagar diajak untuk tidak lagi mengekspor bahan mentah, melainkan mengolah sumber daya seperti kelapa dan CPO menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Menutup sambutannya, Amran mengingatkan pentingnya falsafah Sipamase-mase (saling menyayangi) dan Sipakalebbi (saling menghormati) di antara para saudagar, serta mengajak pengusaha dan kepala daerah untuk menjaga kekompakan.
“Jangan ada yang iri. Takdir tidak pernah tertukar. Mari kita kolaborasi, jaga kampung kita, pimpin masyarakat, dan bawa Indonesia menjadi negara superpower melalui pangan,” tegasnya.











