Makassar, Wartana.com – Jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan masa bakti 2026–2031 resmi menggelar audiensi dengan Bank Indonesia (BI) Cabang Sulawesi Selatan untuk memperkuat sinergi informasi ekonomi daerah. Pertemuan strategis ini membahas berbagai isu krusial, mulai dari proyeksi pertumbuhan ekonomi hingga peran vital media dalam menjaga stabilitas keuangan.
Rombongan PWI Sulsel yang dipimpin oleh Ketua Terpilih, Ir. H. Suwardi Thahir, M.I.Kom., diterima langsung di Kantor BI Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, pada Rabu (7/10/2026). Kehadiran mereka disambut oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel Bayu Martanto, didampingi Kepala Divisi KEKDA Aura Pandu Wirawan, serta jajaran staf humas lainnya.
Dalam dialog tersebut, Suwardi Thahir menekankan bahwa PWI memiliki akar sejarah yang sangat kuat dalam perjalanan bangsa. Menurutnya, nilai sejarah ini harus menjadi landasan bagi keberlanjutan media di masa depan.
“Jejak sejarah PWI tidak bisa dipisahkan dari dinamika pers dan perjalanan bangsa Indonesia. Salah satu buktinya adalah Monumen PWI di Kota Surakarta, yang hingga kini kerap menjadi panggung utama peringatan Hari Pers Nasional,” kata Suwardi.
Selain membahas sejarah, Suwardi juga membawa misi pembaruan dalam struktur organisasinya. Ia berkomitmen untuk mendorong regenerasi agar PWI lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan jurnalistik modern.
“PWI kerap dipandang sebagai organisasi senior. Karena itu, kami berkomitmen merangkul lebih banyak jurnalis muda untuk menyegarkan roda organisasi,” tutur Suwardi Thahir.
Menanggapi hal tersebut, Deputi Kepala BI Cabang Sulsel, Bayu Martanto, memaparkan pentingnya peran Bank Indonesia dalam merumuskan kebijakan moneter serta menjaga pengawasan makroprudensial. Ia menilai kolaborasi dengan pers sangat penting untuk memastikan sistem perbankan tetap sehat dan transparan.
“Stabilitas sistem keuangan merupakan pondasi utama. Penguatan pengawasan dan konsistensi penerapan prinsip kehati-hatian sangat diperlukan agar ekosistem keuangan kita tahan terhadap berbagai risiko,” terang Bayu Martanto.
Pertemuan ini menjadi langkah awal yang positif dalam menyelaraskan pemahaman antara lembaga moneter dan insan pers demi menyajikan informasi ekonomi yang edukatif bagi publik. Turut hadir mendampingi Suwardi Thahir dalam kunjungan tersebut antara lain Baliputra, Mappiar HS, Ihsan Djirong, dan James Wehantouw.











