MAKASSAR, Wartana.com — Pertumbuhan ekonomi Kota Makassar mencatatkan tren positif dengan mencapai angka 7,04 persen secara year-on-year pada Triwulan II 2026. Capaian yang melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tersebut mendapat apresiasi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Makassar.
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Anggota DPRD Makassar dari Fraksi PKS, Hartono, dalam rapat paripurna mengenai Pemandangan Umum Fraksi terhadap Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 di Balai Kota Makassar, Sabtu (26/9/2026). Fraksi PKS menilai kinerja Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin telah menunjukkan akselerasi yang signifikan.
“Kami memberikan apresiasi atas capaian pertumbuhan ekonomi Kota Makassar yang menunjukkan tren positif dan telah melampaui target yang ditetapkan dalam RPJMD 2026 sebesar 6,43 persen,” ujar Hartono di hadapan peserta rapat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan, ekonomi Makassar tumbuh 6,61 persen pada Triwulan I dan meningkat menjadi 7,04 persen pada Triwulan II 2026.
Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Makassar pada semester pertama 2026 berada di angka 6,84 persen. Selain melampaui target daerah, capaian ini juga memberikan kontribusi sebesar 15,25 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Pulau Sulawesi. Fraksi PKS berharap momentum ini dapat dipertahankan hingga akhir tahun anggaran.
Meski memberikan pujian, Fraksi PKS menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya berhenti pada angka statistik. Hartono menekankan pentingnya pemerataan hasil pembangunan agar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam hal peningkatan kualitas pelayanan publik dan penyelesaian masalah perkotaan seperti banjir, sampah, dan akses air bersih.
“Keberhasilan ini harus terlihat dari membaiknya jalan dan drainase lingkungan, tertanganinya persoalan sampah, serta menguatnya sektor UMKM. Kami juga meminta penjelasan mengenai pergeseran anggaran pada belanja operasi yang meningkat, sementara belanja modal justru mengalami penurunan dalam rancangan APBD Perubahan kali ini,” pungkasnya.
Rapat paripurna tersebut diakhiri dengan kesepakatan seluruh fraksi DPRD Kota Makassar untuk melanjutkan pembahasan Ranperda Perubahan APBD 2026 ke tingkat Panitia Khusus (Pansus) guna pendalaman lebih lanjut.









