JAKARTA, Wartana.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengikuti tahapan wawancara final lima besar Indonesia’s SDGs Action Awards 2026 melalui inovasi “Apartemen Ikan”. Program unggulan ini mengintegrasikan rehabilitasi habitat laut, peningkatan produktivitas perikanan, serta penguatan ekonomi nelayan guna mendukung pembangunan kelautan yang inklusif dan berkelanjutan.
Wawancara tersebut berlangsung pada Jumat, 23 Oktober 2026, di Hotel Pullman Jakarta Indonesia, Jakarta Pusat. Penilaian ini merupakan bagian dari tahap final yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas bersama Dewan Juri. Delegasi Sulawesi Selatan dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bappelitbangda Irawan Dermayasamin Ibrahim, S.T., M.Si., didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Dr. M. Ilyas, S.T., M.Sc., serta tim kerja SDGs Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan, M. Ilyas, menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang sebagai pendekatan komprehensif dalam pengelolaan sumber daya laut. “Apartemen Ikan bukan sekadar pembangunan modul buatan, melainkan upaya menyediakan area pemijahan dan pembesaran ikan yang lebih terarah bagi nelayan. Kami ingin memastikan ekosistem laut pulih sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung,” ujar Ilyas di sela-sela kegiatan tersebut.
Berdasarkan data praktik baik yang dipaparkan, inovasi ini memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir. Hasil tangkapan nelayan tercatat meningkat dari rata-rata 13.905 kilogram per hari menjadi 22.248 kilogram per hari. Dengan asumsi harga ikan Rp25.000 per kilogram, nilai hasil tangkapan harian melonjak dari Rp347,6 juta menjadi Rp556,2 juta, atau mengalami kenaikan produktivitas sekitar 60 persen.
Program yang dikembangkan sejak masa kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi ini juga menekankan aspek keberlanjutan pembiayaan dan partisipasi masyarakat. Melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan, Apartemen Ikan diharapkan menjadi model pengelolaan wilayah pesisir yang dapat direplikasi di daerah lain untuk memperkuat visi ekonomi biru nasional.
Keberhasilan Sulawesi Selatan menembus posisi lima besar menjadi momentum penting dalam mempromosikan praktik berkelanjutan di sektor perikanan. Selain fokus pada capaian ekonomi, program ini dinilai unggul dalam menjaga keseimbangan ekologis, sehingga manfaat jangka panjang dari kekayaan laut tetap terjaga bagi generasi mendatang. (*)









