Maros, Wartana – Ribuan kafilah dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan mulai memadati Kabupaten Maros menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXIV tingkat provinsi. Kedatangan para peserta menandai dimulainya semarak syiar Al-Qur’an di wilayah yang dikenal dengan sebutan Butta Salewangang.
Gelombang pertama kafilah tiba pada Jumat (10/04/2026). Kontingen dari Luwu Timur menjadi rombongan perdana yang hadir dan disambut di Baruga B Kantor Bupati Maros.
Kedatangan mereka disambut langsung oleh Ketua Panitia MTQ, Muetazim Mansyur, bersama jajaran panitia. Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai penyambutan kafilah yang datang dengan kekuatan besar.
Sekitar 500 orang dari Luwu Timur, terdiri atas peserta, pendamping, dan suporter, turut hadir memberikan dukungan dalam ajang keagamaan tersebut.
“Alhamdulillah, kontingen pertama yang datang adalah Kabupaten Luwu Timur. Ini adalah awal yang baik untuk keramaian religius kita selama beberapa hari ke depan,” ujar Muetazim Mansyur.
Pelaksanaan MTQ tahun ini juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Selain fasilitas resmi, panitia menyiapkan 184 rumah warga sebagai tempat penginapan bagi para kafilah. Rumah-rumah tersebut tersebar di enam kecamatan, yakni Turikale, Lau, Bantimurung, Mandai, Maros Baru, dan Marusu.
Panitia memperkirakan lebih dari 1.024 peserta dari 24 kabupaten/kota akan mengikuti kegiatan ini. Kehadiran mereka diprediksi akan menghidupkan suasana kota dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an.
Pembukaan resmi MTQ dijadwalkan berlangsung pada Minggu malam (12/04/2026) di Lapangan Pallantikang. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, direncanakan membuka langsung perhelatan tersebut.
Panitia juga menyiapkan rangkaian acara pembukaan yang memadukan unsur religius dan budaya. Di antaranya penampilan Haddad Alwi, orkestra santri Al-Ikhlas, paduan suara lintas agama, serta tari kolosal yang mengangkat nilai peradaban Islam dan kearifan lokal.
Perlombaan MTQ akan dimulai pada 13 April 2026 dengan mempertandingkan delapan cabang utama dan 23 golongan. Berbagai kategori akan dilombakan, mulai dari tilawah Al-Qur’an hingga karya tulis ilmiah Al-Qur’an.
Sebanyak 10 majelis telah disiapkan sebagai lokasi perlombaan, termasuk di Masjid Al-Markaz dan Aula Kecamatan Lau.
Tak hanya berfokus pada kompetisi, penyelenggaraan MTQ juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Sepanjang Jalan Boulevard, sekitar 150 tenant UMKM akan meramaikan pusat ekonomi kreatif, menawarkan beragam kuliner dan kerajinan khas daerah.









