JAKARTA, Wartana.com — Pemerintah Kabupaten Luwu Utara terus mendorong penguatan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sinergi dengan pemerintah pusat guna memastikan keberlanjutan program di wilayah pesisir.
Bupati Luwu Utara, Ir. Andi Abdullah Rahim, S.T., mengikuti audiensi Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di Gedung Mina Bahari 1, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk menyinkronkan kebijakan pusat dan kebutuhan riil di daerah.
Audiensi tersebut menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan berbagai usulan program sekaligus membahas tantangan yang masih dihadapi daerah dalam mengembangkan sektor kelautan dan perikanan. Dalam pertemuan itu, Bupati Andi Abdullah Rahim menekankan pentingnya dukungan dan sinergi pemerintah pusat untuk mengoptimalkan potensi perikanan yang dimiliki Luwu Utara.
Sejumlah kebutuhan menjadi perhatian utama, mulai dari penguatan sarana dan prasarana perikanan, peningkatan kapasitas nelayan, hingga pengembangan potensi ekonomi masyarakat yang berada di kawasan pesisir. Menurut Bupati, pembangunan sektor kelautan dan perikanan tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan produksi, namun juga pada penciptaan nilai tambah.
“Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan berbagai potensi dan kebutuhan daerah dapat ditindaklanjuti melalui program yang tepat sasaran,” ujar Andi Abdullah Rahim dalam pertemuan tersebut. Ia menambahkan bahwa pengelolaan potensi perikanan harus mampu memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat lokal secara signifikan.
Ia berharap audiensi yang difasilitasi ASPEKSINDO bersama KKP tersebut dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi pemerintah daerah. Dukungan pemerintah pusat dinilai krusial untuk mempercepat berbagai program pengembangan sektor kelautan dan perikanan, khususnya yang berkaitan dengan penguatan ekonomi lokal dan kemandirian nelayan di Luwu Utara. (*)









