Makassar, Wartana.com – Warga RW 04 Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, berhasil menerapkan sistem pengelolaan sampah secara mandiri, dengan fokus pada pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Inisiatif ini diklaim mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) serta menciptakan nilai tambah dari limbah rumah tangga.
Inisiator gerakan ini, Syamsuddin SE, MM, menyatakan bahwa langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap peningkatan persoalan sampah yang tidak dapat semata-mata dibebankan kepada pemerintah. “Masyarakat perlu mengambil peran sejak dari sumbernya, terutama dengan memilah sampah organik, anorganik, dan residu serta mengolah sampah yang masih memiliki manfaat,” ujar Syamsuddin pada Selasa (4/8/2026).
Di RW 04, sampah organik diolah melalui berbagai metode inovatif, termasuk penggunaan Teba Modern, budidaya larva Black Soldier Fly (BSF), hingga biodigester yang mampu mengubah sampah organik menjadi gas untuk kebutuhan masyarakat. Sementara itu, sampah anorganik yang telah dipilah dari rumah dikumpulkan dan disetorkan setiap dua pekan ke Bank Sampah Unit Jipang 04.
Hasil penimbangan sampah anorganik di bank sampah kemudian dikonfirmasi kepada pengurus RT dan RW untuk diteruskan kepada warga yang telah berpartisipasi. Adapun sampah residu dikumpulkan untuk kemudian diangkut petugas menuju TPA, sejalan dengan regulasi Pemkot Makassar yang mulai memberlakukan penghentian sistem open dumping di TPA Tamangapa sejak 1 Agustus 2026.
Syamsuddin menambahkan bahwa perubahan perilaku masyarakat merupakan faktor krusial dalam keberhasilan pengelolaan sampah ini. “Kami terus mengajak warga membiasakan memilah sampah sejak dari rumah dengan keyakinan bahwa perubahan besar harus dimulai dari kebiasaan sederhana,” jelasnya. “Alhamdulillah, hasilnya saat ini sudah cukup positif. Partisipasi masyarakat mulai meningkat, lingkungan menjadi lebih bersih, dan sampah yang dibuang ke TPA dapat dikurangi.”
Ia berharap, gerakan pengelolaan sampah mandiri ini dapat menjadi contoh nyata bahwa dengan kerja sama dan konsistensi, persoalan sampah dapat diatasi secara berkelanjutan dari tingkat komunitas.









