Pyongyang, Wartana.com – Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, terlihat sehat dan tampil di depan publik bersama putrinya, Kim Ju Ae, di sebuah pameran industri di Pyongyang pada Senin (19/10). Kemunculan ini secara efektif menepis rumor yang beredar luas di media sosial mengenai dugaan kematiannya.
Rumor mengenai wafatnya Kim Jong Un pertama kali mencuat melalui kicauan Ketua Partai Demokrasi China, Wanjun Xie, di platform X. Xie mengklaim bahwa Kim Jong Un meninggal dunia setelah mengalami pendarahan otak dan jatuh koma. Dalam unggahannya, ia juga menyebut bahwa adik perempuan Kim, Kim Yo Jong, telah mengambil alih kendali rezim, serta adanya pengiriman tim medis dari Rumah Sakit Concord Beijing ke Korea Utara dan pengerahan 9.000 tentara China ke Pyongyang di tengah kekhawatiran krisis suksesi kepemimpinan. Kabar tersebut belum terverifikasi dan tidak mendapat konfirmasi resmi dari pihak berwenang.
“Informasi seputar kesehatan dan keberadaan pemimpin Korea Utara memang selalu menjadi spekulasi, terutama di tengah ketertutupan negara tersebut,” ujar Dr. Han Seok-ho, seorang analis isu Korea dari Universitas Seoul. “Namun, kemunculan Kim Jong Un di publik, terutama yang didokumentasikan oleh kantor berita resmi, biasanya menjadi indikasi kuat bahwa rumor yang beredar tidak berdasar.”
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikelola pemerintah Korut, serta kantor berita Korea Selatan Yonhap, merilis sejumlah foto yang memperlihatkan Kim Jong Un mengenakan setelan safari khasnya berwarna gelap, tengah mengamati instalasi pameran pakaian. Di sampingnya, putrinya, Kim Ju Ae, tampil dengan setelan rok formal berwarna pink pastel.
Menurut laporan KCNA, acara yang dihadiri Kim Jong Un adalah Pameran Nasional Pakaian dan Alas Kaki 2026, yang diselenggarakan dengan tema “semangat mengembangkan produk baru dan meningkatkan kualitasnya”. Pameran ini menampilkan lebih dari 70.700 produk pakaian dari lebih dari 30 jenis serta lebih dari 170.000 pasang sepatu dari lebih dari 60 jenis, yang semuanya diproduksi oleh lebih dari 270 unit produksi pakaian, alas kaki, dan tas di Korea Utara.









