Warga Palopo Diminta Hemat Air, Perumda TM Lakukan Mitigasi Layanan Selama Musim Kemarau

Palopo, Wartana.com – Dampak kemarau panjang mulai dirasakan secara signifikan oleh masyarakat Kota Palopo. Menurunnya debit sejumlah sumber air baku memaksa Perumda Tirta Mangkaluku (TM) Kota Palopo untuk mengambil langkah mitigasi dengan menerapkan sistem penggiliran distribusi air kepada para pelanggan.

Kebijakan ini diambil demi menjaga agar pasokan air tetap dapat menjangkau seluruh wilayah pelayanan di tengah ketersediaan air baku yang terus menyusut. Humas Perumda TM Palopo, Arman, menjelaskan bahwa pengaturan jadwal distribusi tersebut diprioritaskan untuk wilayah yang dilayani oleh IPAM 2 Magandang.

“Pengaturan dan penggiliran distribusi air pada wilayah IPAM 2 Magandang telah berjalan beberapa hari terakhir,” kata Arman.

Kondisi krisis ini dipicu oleh penurunan debit air yang cukup ekstrem di beberapa sungai utama. Berdasarkan hasil pemantauan, debit Sungai Latuppa turun hingga 60 persen. Sementara itu, kondisi lebih parah terjadi di Sungai Mangkaluku dan Sungai Magandang yang masing-masing mengalami penyusutan debit hingga 80 persen. Di lokasi lain, Sungai Bambalu dan Sungai Battang juga mencatatkan penurunan pasokan air sekitar 50 persen.

Guna mempertahankan kontinuitas pelayanan, Perumda TM Palopo telah menyiapkan strategi pompanisasi air dari Sungai Latuppa untuk menambah pasokan menuju IPAM I Abdul Majid. Selain itu, manajemen juga menyiagakan armada mobil tangki untuk menyuplai air bersih ke wilayah tertentu, yang kemudian disuntikkan langsung ke dalam jaringan pipa pelanggan.

Upaya lainnya mencakup optimalisasi pemanfaatan sumber air tanah untuk menyokong operasional IPAM 2 Magandang, terutama bagi pelanggan yang berada di kawasan Perumnas Rampoang dan wilayah sekitarnya. Pihak perusahaan berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di lapangan agar pelayanan air bersih tetap berjalan optimal meskipun di tengah tekanan cuaca ekstrem.

Arman juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menghemat cadangan air yang tersedia saat ini.

“Kami mengimbau pelanggan untuk hemat air bersih, mengutamakan kebutuhan pokok dan menghindari pemborosan selama kondisi kemarau,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *